-
- Kejari Pidie mengeksekusi lima terpidana korupsi ke lapas dan rutan setelah putusan inkrah.
- Tiga terpidana terkait kasus korupsi pengadaan bahan kimia di Perumda Tirta Mon Krueng Baro.
- Dua terpidana lainnya terlibat korupsi proyek rehabilitasi Jalan Leuen Tanjong–Seukeumbrok.
-
SuaraSumut.id - Lima terpidana korupsi dieksekusi ke Lapas dan Rutan untuk menjalani hukuman penjara sesuai putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Banda Aceh.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Pidie, Muliana, menyampaikan bahwa eksekusi dilakukan setelah seluruh putusan perkara kelima terpidana berkekuatan hukum tetap (inkrah).
"Ada lima terpidana dieksekusi ke lapas dan rutan setelah perkara mereka memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah. Eksekusi ini untuk menjalankan perintah putusan pengadilan," katanya, melansir Antara, Kamis 30 Oktober 2025.
Dari lima terpidana tersebut, tiga di antaranya merupakan pelaku tindak pidana korupsi pengadaan bahan kimia pada Perumda Tirta Mon Krueng Baro, Kabupaten Pidie, pada periode 2020–2023.
Dua terpidana lainnya terlibat dalam kasus korupsi pemeliharaan berkala atau rehabilitasi Jalan Leuen Tanjong–Seukeumbrok, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Tahun Anggaran 2022.
Untuk kasus korupsi pengadaan bahan kimia, tiga terpidana yang dieksekusi yaitu:
Ridwan, dieksekusi ke Rutan Kelas IIB Banda Aceh. Ia dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan denda Rp100 juta subsidair tiga bulan kurungan.
Abdullah Gade dieksekusi ke Lapas Kelas IIB Kota Bakti, Kabupaten Pidie. Ia diputus bersalah dengan hukuman satu tahun enam bulan penjara, denda Rp 100 juta subsidair dua bulan kurungan.
Abdullah juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp213,87 juta. Jika tidak membayar, harta bendanya akan disita dan dilelang. Apabila tidak memiliki harta yang cukup, hukuman akan diganti dengan pidana penjara enam bulan.
Faisal Rahman, dieksekusi ke Lapas Kelas IIB Langsa. Ia dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsidair tiga bulan kurungan.
Sementara dua terpidana kasus korupsi pembangunan jalan, yaitu:
Faisal, dieksekusi ke Lapas Kelas IIA Banda Aceh. Ia dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsidair tiga bulan kurungan.
Muhammad Fadhil, dieksekusi ke Rutan Kelas IIB Sigli, Kabupaten Pidie. Ia dipidana satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsidair tiga bulan kurungan.
Berita Terkait
-
Kejagung Akui Telah Periksa Eks Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman di Kasus Izin Tambang
-
Tanpa Digaji, 1.142 Taruna KKP Dikirim ke Aceh dan Sumatra Jadi Relawan Bencana
-
Ada Bantuan Hukum ke Pegawai Pajak, Purbaya Klarifikasi: Masih Pegawai, Tak Ada Intervensi
-
Ketua Bidang Ekonomi PBNU Bantah Terima Aliran Uang dari Hasil Korupsi Kuota Haji
-
Misteri Jurist Tan Dijuluki 'Bu Menteri': Hakim Gregetan, Jaksa Didesak Segera Tangkap Buronan Ini
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
225 Destinasi Wisata di Aceh Rusak Akibat Bencana
-
Jangan Anggap Sepele Ban Motor! Ini Alasan Harus Ganti Ban Sebelum Liburan Isra Miraj
-
Diskon Tiket Kereta 10 Persen Buat Alumni-Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi, Ini Cara Daftarnya
-
Libur Panjang Isra Miraj, KAI Sumut Sediakan 34.288 Tiket Kereta
-
Pria Aceh Ditangkap Bawa 1,9 Kg Sabu ke Jakarta saat Hendak Naik Pesawat