- Mengungkit masalah lama terjadi karena pasangan belum sepenuhnya memaafkan atau masih menyimpan kecewa.
- Kebiasaan ini bisa mengganggu kestabilan hubungan dan menimbulkan rasa tidak dihargai.
- Cara bijak menghadapinya adalah dengan fokus pada masalah saat ini dan mengatur waktu tepat untuk membahas masa lalu.
SuaraSumut.id - Suka mengungkit masalah lama merupakan kebiasaan pasangan yang terus membahas atau mengangkat kembali masalah atau kesalahan yang telah terjadi di masa lalu, meskipun masalah tersebut sudah dibicarakan atau diselesaikan sebelumnya.
Kebiasaan ini biasanya terjadi karena pasangan masih menyimpan rasa ganjel, kecewa, atau belum benar-benar memaafkan sehingga merasa perlu membicarakannya lagi demi mencari kepastian atau penyembuhan emosional.
Mengungkit masa lalu tidak selalu berarti ingin memperpanjang masalah, tapi bisa juga menjadi cara pasangan untuk merasa didengar dan dipahami perasaannya.
Namun, jika terlalu sering dilakukan, hal ini bisa mengganggu kestabilan hubungan dan menimbulkan perasaan tidak dihargai atau rasa bersalah terus-menerus pada pihak lain.
Berikut adalah 5 cara bijak menghadapi pasangan yang suka mengungkit masalah lama:
1. Jangan meminta maaf lagi jika Anda sudah pernah meminta maaf dan bertanggung jawab atas kesalahan itu, agar pasangan tidak merasa berhasil membuat Anda tersudut. Tetap pastikan tidak mengulang kesalahan yang sama.
2. Fokus pada masalah saat ini dan jangan biarkan pembicaraan melebar ke masalah lama. Ajak pasangan untuk kembali membahas persoalan yang sedang terjadi, misalnya dengan berkata, "Mari kita fokus pada masalah sekarang."
3. Sepakati waktu terpisah untuk membicarakan luka lama jika pasangan ingin membahasnya, tapi bukan saat sedang terjadi konflik saat ini.
4. Akui perasaan pasangan yang mungkin masih belum bisa memaafkan sepenuhnya dengan memvalidasi perasaannya, misalnya mengatakan, "Saya tahu kamu masih marah dan terluka, tapi kita sedang membahas masalah lain sekarang."
5. Ajak pasangan berdiskusi di waktu yang tenang dan netral tentang kebiasaan mengungkit masa lalu agar pasangan memahami bahwa hal tersebut menyakitkan dan tidak membantu menyelesaikan masalah saat ini.
Dengan cara-cara ini, komunikasi bisa lebih terjaga, dan konflik yang berulang terkait masa lalu bisa diminimalkan.
Berita Terkait
-
Lebih dari Sekadar Cocok, Ini Ciri-ciri Pasangan yang Sefrekuensi
-
8 Alasan Ilmiah Seseorang Berselingkuh Menurut Psikologi: Kerap Diabaikan?
-
Tinggal Dekat Kota, Tetap Dekat dengan Alam: Pilihan Ideal bagi Pasangan Muda
-
Jangan Cuma Rebahan, Coba 5 Kegiatan Ini Bersama Pasangan di Akhir Pekan
-
Belajar dari Cerita Ari Lasso: Pentingnya Intimasi dan Komunikasi bagi Pasangan Senior
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Program Pemberdayaan PNM Perluas Dampak Sosial Sepanjang 2025
-
Rektor Unimal Puji Langkah Taktis Dasco Orkestrasi Bantuan untuk Aceh: Cegah Kemiskinan
-
Mulai 2026, Registrasi Kartu SIM Wajib Rekam Wajah, Warga Medan Soroti Teknis dan Keamanan Data
-
1.225 Orang di Sumut Tewas karena Kecelakaan Sepanjang 2025
-
5.737 Personel Gabungan Amankan Malam Tahun Baru di Sumut