- Motor bekas dapat menyembunyikan kerusakan akibat kecelakaan.
- Inspeksi rangka dapat mengungkap bekas pengelasan.
- Periksa dokumen untuk memastikan nomor rangka dan mesin cocok sebelum membeli.
SuaraSumut.id - Membeli sepeda motor bekas bisa menjadi investasi yang cerdas, namun juga berisiko. Salah satu risiko terbesar adalah mendapatkan unit yang pernah mengalami kecelakaan parah.
Kecelakaan serius dapat merusak integritas struktural motor, membuatnya tidak aman untuk dikendarai, dan berpotensi menimbulkan biaya perbaikan tak terduga di masa depan.
Berikut langkah-langkah untuk memastikan motor bekas yang Anda incar dalam kondisi prima dan bebas dari riwayat tabrakan tersembunyi:
1. Inspeksi Visual Mendalam pada Bodi dan Cat
Langkah pertama adalah melakukan pemeriksaan visual secara cermat dari jarak dekat. Jangan terburu-buru, perhatikan setiap detail kecil.
Perbedaan Warna dan Cat Ulang
Warna tidak Seragam: Periksa apakah ada bagian fairing (body) yang warnanya sedikit berbeda atau memiliki tekstur cat yang tidak sama dengan bagian lain. Ini mengindikasikan penggantian atau pengecatan ulang parsial.
Stiker dan decal baru: Penjual mungkin sengaja menempelkan stiker baru dalam jumlah banyak untuk menutupi retakan atau goresan parah di bawahnya.
Baut dan sekrup: Amati baut-baut pada fairing dan mesin. Baut yang terlihat terlalu baru, lecet, atau telah mengalami pengencangan berlebihan (dol) menunjukkan bahwa bagian tersebut pernah dibongkar dan dipasang kembali.
Kerusakan Kaki-Kaki (Roda dan Suspensi)
Pelek (Velg): Periksa pelek dari segala sisi. Kerusakan seperti peang (bengkok), retak, atau lecet parah pada satu sisi bisa menjadi tanda benturan keras.
Suspensi depan (Shockbreaker): Amati tabung shock depan. Pastikan keduanya lurus, tidak bengkok sedikit pun, dan tidak ada rembesan oli. Jika motor pernah menabrak keras dari depan, shock bisa bengkok.
Setang dan Tuas: Pastikan setang lurus dan simetris. Periksa ujung setang, tuas rem, dan tuas kopling (jika ada) dari goresan dalam yang menunjukkan motor pernah jatuh atau terseret.
2. Pemeriksaan Rangka (Sasis)
Rangka atau sasis adalah "tulang punggung" motor. Kerusakan pada rangka adalah tanda kecelakaan paling serius dan paling mahal untuk diperbaiki.
Berita Terkait
-
Terkenal Bandel, 5 Motor Bekas Ini Ternyata Cuma Dijual Rp5 Jutaan
-
4 Rekomendasi Motor Bebek Terbaik Harga Murah Under 7 Juta: Serba Bandel, Serba Irit!
-
5 Kekurangan Membeli Motor Bekas dan Tips Agar Tidak Salah Beli
-
7 Tips Memilih Motor Bekas untuk Anak Sekolah Anti Zonk: Biar Nggak Dapat Unit Rewel
-
Rp3 Juta Dapat Motor Bekas Apa? Ini 5 Opsi yang Bermesin Bandel dan Mudah Dirawat
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
Terkini
-
Panduan Membeli Mobil Hybrid Bekas: Hemat BBM Tanpa Salah Pilih
-
Jalur Aceh Timur-Gayo Lues via Lokop Segera Terhubung, Penanganan Darurat Masuki Tahap Akhir
-
Mobil Bekas Tabrak Murah tapi Berisiko? Ini Keuntungan dan Kerugian
-
Tips Merawat Mobil yang Jarang Dipakai Agar Tetap Prima dan Awet
-
Jangan Anggap Remeh! Ini Kelebihan Pelek Jari-jari Dibanding Pelek Alloy