Suhardiman
Rabu, 19 November 2025 | 11:31 WIB
Ilustrasi TPPO. [Antara]
Baca 10 detik
  • Remaja bernama Rizki Nur Fadhilah membantah kabar bahwa ia menjadi korban TPPO di Kamboja.
  • Rizki menjelaskan bahwa ia pergi dan bekerja di Kamboja atas kemauan sendiri.
  • Keluarga sebelumnya curiga karena Rizki tidak memberi penjelasan jelas dan kemudian mengaku mengalami kondisi kerja yang berat.

SuaraSumut.id - Seorang remaja asal Bandung, Rizki Nur Fadhilah (18), diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja.

Rizki ditipu saat hendak mengikuti seleksi tim sepak bola di Medan. Kabar itu dengan cepat menyebar di media sosial.

Dalam video singkat yang diunggah di akun TikTok @rizki.nur.fadilla.6, Rizki menyampaikan klarifikasi dan menegaskan bahwa kabar yang beredar tidak benar.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, nama saya Rizki Nur Fadilah. Saya ingin meluruskan fakta terkait isu yang sedang beredar. Karena itu tidak benar," katanya, dilihat Rabu 19 November 2025.

Rizki menegaskan pergi ke Kamboja dan bekerja di sana karena keinginan sendiri dan tidak ada paksaan.

"Itu kemauan saya sendiri, tidak ada paksaan, dan di sini saya baik-baik saja. Kondisi saya aman, sudah dikasih makan, itu bikin cerita karena saya ingin pulang cepat," ujar Rizky.

Sebelumnya diberitakan, Rizki Nur Fadhilah (18), remaja asal Bandung diduga menjadi korban Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) di Kamboja.

Imas Siti Rohanah, nenek Rizki, mengatakan pada bulan Oktober cucunya pamit untuk mengikuti seleksi di klub PSMS Medan.

"Kata orang tuanya, dia (Rizki) bilang mau ikut seleksi di PSMS Medan. Ke Jakarta dulu, kemudian ke Medan," kata Imas, melansir Ayo Bandung.

Awalnya, keluarga sudah menaruh curiga. Sebab, saat meminta izin untuk pergi ke Medan, Rizki tak bisa memberikan penjelasan detail. Ia hanya mengaku pergi ke Medan untuk mengikuti seleksi di PSMS Medan.

"Waktu ditanya-tanya lebih jauh, anaknya terlihat seperti tidak jujur atau mungkin memang tidak tahu bagaimana menjelaskannya," ujarnya.

Rizki bahkan mengaku mendapatkan informasi mengenai SSB Sparta FC yang disebut-sebut bisa membawanya seleksi di PSMS Medan hanya dari media sosial, tanpa mengetahui nomor kontak manajer atau pelatih terkait.

Kekhawatiran itu berubah menjadi keterkejutan pada 4 November lalu. Keluarga menerima kabar Rizki bukan berada di Medan untuk seleksi, melainkan sudah berada di luar negeri.

"Ibunya memberitahu kepada ayahnya Rizki kalau dia sedang berada di Kamboja. Kami juga kaget," ucapnya.

Saat ini, Rizki masih bisa berkomunikasi dengan keluarga melalui pesan singkat. Kepada keluarga, Rizki mengaku bekerja di depan komputer dengan tugas menipu orang-orang. Dalam pesannya, Rizki menceritakan kondisi yang mengerikan.

Load More