- Seorang pria bernama Heri Irawan (24) tewas tertabrak kereta api di Simalungun pada Minggu, 17 Februari 2025.
- Korban berada di jalur rel dalam posisi jongkok dan tidak merespons klakson peringatan masinis.
- Jenazah korban dibawa ke RSUD Djasamen Saragih dan keluarga menolak visum luar serta autopsi.
SuaraSumut.id - Seorang pria tewas tertabrak kereta api di jalur kereta api KM 26+5/6 petak jalan Sta Baja Linggei (BJL) - Dolok Merangir (DMR), Huta I Nagori Dolok Merangir II, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Peristiwa terjadi pada Minggu, 17 Februari 2025, sekitar pukul 04.45 WIB. Korban diidentifikasi sebagai Heri Irawan (24) warga Desa Limbong, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai.
“Kita menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya seorang warga yang tertemper kereta api di wilayah Nagori Dolok Merangir II," kata Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, Rabu, 18 Februari 2026.
Menindaklanjuti informasi tersebut, kata Verry, petugas kemudian turun ke tempat kejadian perkara (TKP). Di lokasi petugas menemukan kondisi tubuh korban dalam keadaan tidak utuh.
"Setibanya di TKP, petugas menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi tubuh tidak utuh. Kepala, tangan, dan badan mengalami kerusakan parah akibat tertabrak kereta api," ujarnya.
Berdasarkan keterangan Masinis KA R2802, Andi Purnama, sekitar pukul 04.45 WIB dari arah Medan menuju Pematang Siantar, dirinya melihat seorang laki-laki berada di jalur rel dalam posisi jongkok dengan kedua tangan memegang kepala.
"Masinis sudah membunyikan klakson sebagai peringatan secara berulang, namun korban tidak memberikan respons maupun upaya menghindar dari jalur rel. Lokasi kejadian merupakan areal perkebunan dengan kondisi minim penerangan," ujar AKP Verry menjelaskan kondisi saat kejadian.
Korban yang tidak merespons peringatan tersebut tertabrak kereta dan terseret sejauh sekitar 380 meter dari titik awal kejadian.
Setelah olah TKP, kami bekerja sama dengan petugas medis dari Puskesmas Dolok Batu Nanggar untuk membawa jenazah korban ke RSUD Djasamen Saragih guna dilakukan visum et repertum," jelasnya.
"Setelah korban tiba di RSUD Djasamen Saragih, pihak keluarga meminta agar tidak perlu dilakukan visum luar dan autopsi. Mereka merasa yakin penyebab meninggalnya korban adalah akibat tertemper kereta api dan menuangkannya dalam surat permohonan dan pernyataan resmi," katanya.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Dua KA Mogok Bersamaan di Pasar Senen, Penumpang Serayu Tertahan 4 Jam
-
KNKT Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
-
Pemberkasan Rampung, Siapa Yang Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur?
-
Kronologi Tragedi Bekasi Timur: Berawal dari Taksi Mogok yang Picu Kerumunan di Rel
-
Komisi V DPR RI Sentil Kemenhub Soal Tabrakan Kereta Bekasi: Jangan Bohong, Ini Urusan Nyawa!
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Gubernur Bobby Nasution Tolak Teken Proyek Mark Up
-
Jembatan di Bandar Tarutung Tapsel Amblas Dihantam Banjir
-
Diduga Diterkam Harimau, Anak Kerbau Ditemukan Tak Utuh di Tapanuli Utara
-
Hanyut Saat Mandi Sungai Bareng Teman, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas di Deli Serdang
-
Imigrasi Gagalkan Keberangkatan 13 WNI Calon Jemaah Haji Nonprosedural di Kualanamu