-
Mantan sopir bakar rumah hakim PN Medan karena sakit hati mendalam.
-
Pelaku dibantu tiga orang lain terkait pencurian dan penjualan emas.
-
Polisi pastikan motif tunggal sakit hati tanpa faktor lain ditemukan.
SuaraSumut.id - Kasus di balik pembakaran rumah Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Khamozaru Waruwu, yang menangani kasus dugaan korupsi proyek jalan di Sumatera Utara (Sumut), terkuak.
Polrestabes Medan menyebut motif di balik aksi nekat ini karena faktor sakit hati. Polisi telah menangkap empat orang pelaku.
Mereka adalah Fahrul Azis Siregar, Oloan Hamonangan Simamora, Hariman Sitanggang yang membantu pelaku utama menjual emas.
Kemudian Medy Mehamat Amosta Barus yang merupakan penadah sekaligus pemilik salah satu toko emas di Medan. Otak di balik pembakaran dan pencurian ini adalah Fahrul Azis Siregar, yang merupakan mantan sopir korban.
Menurut Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, pelaku Fahrul merencanakan aksi ini karena unsur sakit hati terhadap korban.
"Ada unsur sakit hati pelaku (Fahrul Azis Siregar). Kemudian, sampai dengan puncaknya kejadian ini, yang bersangkutan sudah keluar dan merencanakan pembakaran dan pencurian," ujarnya saat menggelar konferensi pers, Jumat (21/11/2025).
Fahrul memanfaatkan posisinya sebagai mantan sopir untuk mengetahui seluk beluk rumah korban di Komplek Taman Harapan Indah, Medan Selayang.
Pelaku diketahui telah bekerja dengan korban setidaknya selama tiga tahun, bahkan sejak Khamozaru masih berdinas di PN Rantau Prapat.
"Pelaku mengatakan bahwa sudah setidaknya tiga tahun yang bersangkutan bekerja dengan korban, bahkan sebelum yang bersangkutan menikah. Berarti, kondisi lancar. Dimulai dari Rantau Prapat. Pada saat korban berdinas di PN Rantau Prapat," ujarnya.
Untuk melancarkan aksinya, Fahrul tidak bekerja sendiri. Ia l memanfaatkan orang dekat korban, yakni pelaku Oloan Hamonangan Simamora.
Dari Hamonangan, kata Calvijn, pelaku Fahrul tahu informasi tentang rumah korban yang kosong dan perkembangan kasus setelah kejadian.
"Pelaku (Oloan) juga membantu membersihkan dan mengangkat barang-barangnya di TKP, karena tersangka masih memiliki kedekatan (dengan korban) terkait dengan hubungan antara jemaat di salah satu gereja. Jadi, seperti itu," ucapnya.
Oleh sebab itu, Calvijn menjelaskan motif pembakaran dan pencurian ini karena faktor sakit hati. Polisi belum menemukan adanya faktor lain.
"Sampai dengan saat ini, penyidik belum menemukan faktor lain dan tidak menemukan ada sebab akibat peristiwa sebelumnya sehingga mengakibatkan peristiwa pencurian dan pembakaran terjadi," katanya.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran melanda rumah Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Khamözaro Waruwu yang pimpin sidang kasus dugaan korupsi yang menyeret eks Kadis PUPR Sumut Topan Ginting, Selasa (4/11/2025) siang.
Peristiwa ini menghanguskan bagian kamar rumah Khamözaro Waruwu yang berada di Jalan Pasar 2 Komplek Taman Harapan Indah, Lingkungan 13, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang.
Api pertama kali muncul pada Selasa siang sekitar pukul 10.41 WIB dan dengan cepat merembet ke bagian rumah terutama di bagian kamar.
Penghuni rumah yang mendapat informasi adanya kebakaran ini seketika melapor ke pihak berwajib untuk meminta bantuan amuk si jago merah.
Petugas Disdamkarmat Medan yang mendapat informasi ini kemudian turun ke lokasi. Tak sampai 1 jam kemudian api berhasil dipadamkan.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Otak Pembakar Rumah Hakim PN Medan Ternyata Mantan Karyawan, Dendam Pribadi Jadi Pemicu
-
Segera Sidang, JPU KPK Limpahkan Perkara Eks Kepala Dinas PUPR Sumut Topan Ginting Dkk ke PN Medan
-
Buntut Rumah Hakim Dibakar, Jaksa KPK di Medan Kini Dikawal Ketat Selama Sidang Korupsi PUPR Sumut
-
Siapa Khamozaro Waruwu? Hakim Tipikor Medan yang Diteror dan Rumah Terbakar Saat Tangani Kasus Besar
-
Teror Telepon Misterius ke Hakim Tipikor Medan Sebelum Kamar Pribadinya Ludes Kebakaran
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
CFD di Lapangan Merdeka Medan Ditiadakan Selama Ramadan 2026
-
Mudik Gratis 2026 Pegadaian Medan Dibuka, Ini Link, Rute dan Syaratnya
-
Promo Ramadan Telkomsel: Pasang Baru IndiHome Cuma Rp50 Ribu
-
Timun Suri Jadi Primadona Ramadan 2026 di Aceh Timur, Ini Manfaat Kesehatannya
-
Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Medan Terbaru, Cek Syarat Agar Proses Cepat