- Dua prajurit TNI hanyut saat evakuasi banjir di Tapsel, Sumut, pada Selasa, 25 November 2025, pukul 10.00 WIB.
- Kedua prajurit yang terseret arus deras tersebut berhasil ditemukan selamat pada hari yang sama oleh tim gabungan.
- Bencana banjir dan longsor di 11 kecamatan ini mengakibatkan delapan warga meninggal dan ribuan lainnya mengungsi.
SuaraSumut.id - Dua prajurit TNI hanyut dan sempat dinyatakan hilang saat proses evakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut).
Peristiwa itu terjadi di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, pada Selasa 25 November 2025 sekira pukul 10.00 WIB.
Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Harahap mengatakan awalnya empat prajurit TNI turun ke lokasi untuk membantu mengevakuasi warga.
"Empat prajurit yang turun ke lokasi diterjang arus deras hingga dua di antaranya sempat hanyut dan dinyatakan hilang," katanya, Rabu 26 November 2025.
Saat proses evakuasi warga, debit air tiba-tiba naik dan menyeret Sertu Nelwan Abdi Negara dan Serda Dame Ginting. Situasi makin sulit karena akses jalan di sejumlah titik tertutup longsor.
Tim gabungan pun melakukan pencarian. Sekitar pukul 16.35 WIB, Sertu Nelwan ditemukan dalam kondisi selamat.
Petugas kemudian mencari Serda Dame Ginting dengan melakukan penyisiran hingga ke wilayah sekitar Desa Garoga.
Serda Dame akhirnya ditemukan selamat di rumah warga Desa Batu Horing, Kecamatan Batangtoru, sekitar pukul 19.30 WIB.
"Ia diduga terseret arus beberapa meter sebelum berhasil mencapai tempat lebih tinggi dan kemudian ditolong warga setempat," katanya.
Diketahui, banjir dan tanah longsor menyebabkan delapan warga meninggal dunia, 58 luka-luka dan 2.851 warga terpaksa harus mengungsi.
Hasil kaji cepat sementara, dua bencana ini telah berdampak di 11 kecamatan yang meliputi Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tanah Timbangan dan Angkola Muaratais.
Sebanyak 1.902 unit rumah terdampak banjir di 9 kecamatan, antara lain Kecamatan Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam dan Pinangsori.
BPBD Tapanuli Selatan bersama tim gabungan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup sejumlah akses jalan warga.
Tag
Berita Terkait
-
Gegara Banjir, Inflasi Aceh, Sumut, Sumbar Meroket di Akhir Tahun
-
Banjir Rendam 120 Rumah dan 40 Hektare Sawah di Gorontalo
-
5 Pilihan LCGC Bekas 'Badak' Hadapi Genangan Air di Musim Hujan bagi Keluarga Muda
-
Menenun Nadi Aceh: Pemulihan Infrastruktur dan Harapan di Bumi Sumatera
-
Detik-detik Hakim Minta Anggota TNI Pengawal Nadiem untuk Mundur saat Sidang Korupsi Chromebook
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 5 Mobil Bekas Toyota Pengganti Avanza, Muat Banyak Penumpang dan Tahan Banting
- 27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 3 Januari 2026: Ada Arsenal 110-115 dan Shards
- iQOO 15R Lolos Sertifikasi Resmi, Harga Diprediksi Lebih Terjangkau
Pilihan
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
Terkini
-
4 Cara Memilih Outfit yang Tepat Sesuai Warna Kulit
-
18 Sekolah Terdampak Bencana di Aceh Belajar di Tenda
-
Telkomsel Pulihkan Jaringan di Desa Pulo Gelime Aceh
-
Pengusaha Nasi Kuning Setubuhi Pekerja Wanita, Diancam Tak Digaji dan Dipaksa Tetap Kerja 15 Tahun
-
3 Pilihan Motor Matic yang Siap Hadapi Banjir