- Bencana banjir dan longsor melanda Aceh dan Sumatera Utara, menyebabkan ribuan warga di sepuluh kabupaten/kota terpaksa mengungsi.
- Pos Indonesia mengubah pola layanan menjadi pengantaran langsung Bansos Kesra ke lokasi pengungsian warga terdampak bencana.
- Plt Direktur Utama Pos Indonesia mengonfirmasi penyaluran tepat waktu dengan penguatan petugas dan armada distribusi di lapangan.
SuaraSumut.id - Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Utara berdampak pada 10 kabupaten/kota serta memaksa ribuan warga mengungsi.
Dalam situasi darurat ini, Pos Indonesia memastikan bahwa penyaluran Bansos Kesra tetap berjalan dengan mekanisme pengantaran langsung ke lokasi pengungsian dan titik warga yang terdampak.
Plt Direktur Utama Pos Indonesia, Haris, menyampaikan bahwa penyesuaian pola layanan dilakukan agar bantuan tetap dapat diterima tepat waktu.
"Banyak warga yang tidak bisa kembali ke rumah atau pergi ke kantor pos untuk menerima bansos karena banjir. Kami turut berempati atas musibah yang menimpa warga. Untuk itu, Pos Indonesia mengantar langsung Bansos Kesra ke tempat pengungsian maupun titik kumpul warga. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh penerima manfaat tetap memperoleh haknya," kata Haris dalam keterangan tertulisnya, Jumat 28 November 2025.
Haris menambahkan bahwa petugas di lapangan telah diperkuat, termasuk dukungan armada, sehingga distribusi dapat berjalan meski akses di beberapa wilayah masih terbatas. Proses verifikasi dan pencocokan data pun tetap dilakukan secara ketat untuk menjaga ketepatan dan akuntabilitas.
Pos Indonesia mengimbau para penerima Bansos Kersa agar menyiapkan identitas serta mengikuti arahan pemerintah setempat terkait jadwal penyaluran di titik pengungsian.
Dengan langkah ini, Pos Indonesia menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan memastikan bantuan sosial tersampaikan meskipun wilayah tengah dilanda bencana.
Berita Terkait
-
Heboh Sensus Ekonomi 2026: Ditanya soal Gaji, Warga Parno Naik Pajak?
-
Harga Material Naik, Bantuan Rumah Korban Banjir Sumatra Diusul Jadi Rp80 Juta
-
Di Balik Mundurnya Dirut Pos Indonesia, Danantara Ungkap Dugaan Penyimpangan Keuangan
-
Media AS Sorot Sepasang Kekasih Asal Aceh Dicambuk karena Ciuman di TikTok
-
833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Cegah Penyalahgunaan Dokumen Negara, Imigrasi Sumut Musnahkan 3.579 Paspor Usang
-
Wakil Bupati Langkat Menangis Dengar Kabar OTT Bupati Syah Afandin: Jaga Kesehatan!
-
BEM UI Desak Pemerintah Segera Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Aceh
-
KPK Ungkap Dugaan Kasus yang Menjerat Bupati Langkat Syah Afandin
-
Ruang Kerja Bupati Langkat Disegel KPK