Suhardiman
Jum'at, 28 November 2025 | 13:36 WIB
Ilustrasi Bansos.[Ist]
Baca 10 detik
  • Bencana banjir dan longsor melanda Aceh dan Sumatera Utara, menyebabkan ribuan warga di sepuluh kabupaten/kota terpaksa mengungsi.
  • Pos Indonesia mengubah pola layanan menjadi pengantaran langsung Bansos Kesra ke lokasi pengungsian warga terdampak bencana.
  • Plt Direktur Utama Pos Indonesia mengonfirmasi penyaluran tepat waktu dengan penguatan petugas dan armada distribusi di lapangan.

SuaraSumut.id - Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Utara berdampak pada 10 kabupaten/kota serta memaksa ribuan warga mengungsi.

Dalam situasi darurat ini, Pos Indonesia memastikan bahwa penyaluran Bansos Kesra tetap berjalan dengan mekanisme pengantaran langsung ke lokasi pengungsian dan titik warga yang terdampak.

Plt Direktur Utama Pos Indonesia, Haris, menyampaikan bahwa penyesuaian pola layanan dilakukan agar bantuan tetap dapat diterima tepat waktu.

"Banyak warga yang tidak bisa kembali ke rumah atau pergi ke kantor pos untuk menerima bansos karena banjir. Kami turut berempati atas musibah yang menimpa warga. Untuk itu, Pos Indonesia mengantar langsung Bansos Kesra ke tempat pengungsian maupun titik kumpul warga. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh penerima manfaat tetap memperoleh haknya," kata Haris dalam keterangan tertulisnya, Jumat 28 November 2025.

Haris menambahkan bahwa petugas di lapangan telah diperkuat, termasuk dukungan armada, sehingga distribusi dapat berjalan meski akses di beberapa wilayah masih terbatas. Proses verifikasi dan pencocokan data pun tetap dilakukan secara ketat untuk menjaga ketepatan dan akuntabilitas.

Pos Indonesia mengimbau para penerima Bansos Kersa agar menyiapkan identitas serta mengikuti arahan pemerintah setempat terkait jadwal penyaluran di titik pengungsian.

Dengan langkah ini, Pos Indonesia menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan memastikan bantuan sosial tersampaikan meskipun wilayah tengah dilanda bencana.

Load More