Suhardiman
Senin, 16 Februari 2026 | 13:21 WIB
Mobil Toyota Fortuner tertabrak kereta api di Asahan. [Ist]
Baca 10 detik
  • Minibus Toyota Fortuner bertabrakan dengan KA Putri Deli di perlintasan tanpa palang pintu Asahan pada 15 Februari 2026.
  • Dua anak penumpang minibus meninggal di TKP karena luka berat, sementara pengemudi menjalani perawatan medis.
  • Kecelakaan diduga karena faktor manusia dan minimnya fasilitas perlintasan, meski masinis sudah membunyikan peringatan.

SuaraSumut.id - Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Jalan Budi Utomo, Lingkungan VI, Kelurahan Siumbut Dua, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, pada Minggu, 15 Februari 2026.

Satu unit mobil Toyota Fortuner tertabrak Kereta Api Penumpang Putri Deli yang melintas dari arah Medan menuju Tanjungbalai. Akibat insiden tersebut, dua penumpang anak-anak masing-masing berusia 12 tahun dan 7 tahun meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Keduanya mengalami luka berat di bagian kepala dan tubuh. Sementara itu, pengemudi mobil berinisial M, seorang pria lanjut usia, mengalami sejumlah luka dan saat ini menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Berdasarkan hasil olah TKP sementara oleh Satlantas Polres Asahan, kecelakaan diduga dipengaruhi faktor manusia serta kondisi perlintasan yang tidak dilengkapi palang pintu maupun marka jalan. Saat kejadian, cuaca dilaporkan cerah dan kondisi permukaan jalan dalam keadaan baik.

Petugas yang menerima laporan segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan, pemeriksaan saksi-saksi, serta mengevakuasi korban dan kendaraan yang terlibat.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut. Peristiwa terjadi di kilometer 159 + 3/4 petak jalan antara Stasiun Kisaran dan Stasiun Tanjungbalai.

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menegaskan bahwa keselamatan jiwa merupakan prioritas utama dalam operasional kereta api.

“KAI Divre I Sumatera Utara menyampaikan duka mendalam bagi korban atas insiden yang terjadi di perlintasan sebidang wilayah Kabupaten Asahan ini,” katanya, Senin, 16 Februari 2026.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, upaya peringatan telah dilakukan kepada pengemudi minibus bernomor polisi BK 1676 VAA sebelum kereta melintas. Masinis juga disebut telah membunyikan suling lokomotif berulang kali sebagai tanda peringatan.

"Namun, kendaraan tetap melaju hingga jarak sudah terlalu dekat dan tabrakan tidak dapat dihindari," ungkapnya.

Pasca-kejadian, masinis segera menghentikan kereta untuk pemeriksaan menyeluruh guna memastikan kondisi sarana aman. Setelah dinyatakan laik jalan, KA Putri Deli kembali melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Tanjungbalai.

Meski terdapat kerusakan pada lokomotif dan rangkaian kereta, seluruh petugas dan penumpang KA dilaporkan selamat tanpa luka.

Petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) turut berkoordinasi dengan Polres Asahan untuk pengamanan dan sterilisasi lokasi kejadian. Korban dievakuasi ke Rumah Sakit Permata Hati serta RSUD HAMS Kisaran untuk penanganan lebih lanjut.

Kontributor : M. Aribowo

Load More