- Pemkot Medan menetapkan status tanggap darurat bencana alam berlaku selama 14 hari (27 November–11 Desember 2025).
- Pembiayaan penanganan dampak banjir bersumber dari P-APBD Medan Tahun Anggaran 2025 dan dana sah lainnya.
- Banjir sejak 26 November 2025 telah menyebabkan 645 orang dievakuasi serta 1.839 warga mengungsi.
SuaraSumut.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Medan, Sumatera Utara (Sumut), menetapkan status tanggap darurat bencana di Medan. Status tanggap darurat bencana ini terhitung dari tanggal 27 November hingga 11 Desember 2025.
Status itu ditetapkan dalam Keputusan Wali Kota Medan Nomor 188.44/15.K Tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam di Kota Medan Tahun 2025.
"Menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 (empat belas hari), terhitung mulai 27 November hingga 11 Desember," demikian isi surat keputusan dilihat Sabtu 29 November 2025.
Pembiayaan penanganan banjir bersumber dari P-APBD Medan 2025, dan dari sumber pendanaan lain yang sah dan tidak mengikat.
"Segala biaya yang timbul sebagai akibat dari ditetapkannya Keputusan ini dibebankan pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Medan Tahun Anggaran 2025 dan sumber pendanaan lainnya yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan," tulsinya.
Diketahui, banjir mulai menggenangi sejumlah wilayah Kota Medan sejak Rabu 26 November 2025. Dari data BPBD Medan, ada 11 kecamatan yang dilanda banjir.
Akibat peristiwa itu, sebanyak 645 orang dievakuasi dari banjir yang tersebar di 28 kelurahan dan 128 lingkungan. Selain itu, ada 1.839 Orang yang mengungsi dan 7.402 rumah yang terdampak.
"Data merupakan laporan yang masuk dari personel yang melaksanakan tugas evakuasi dan penyelematan di kecamatan dan kelurahan sejak tanggal 26 November 2025 hingga saat ini. Pendataan masih terus berlangsung," tulis data resmi Pusdalops BPBD Kota Medan.
Berita Terkait
-
Tragis! Afghanistan Tersingkir dari Asian Games 2026 Tanpa Bertanding karena Lapangan Banjir
-
WNI Terjebak di Hotel saat Banjir Besar di Bangkok
-
Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional
-
Pemprov DKI Guyur Rp2,11 Triliun untuk 7 Proyek Strategis: Bangun Rusun hingga Pengendali Banjir
-
Tinjau Lokasi Terdampak, Gibran Minta Hal Ini jadi Prioritas Penanganan Banjir Bandang Solok
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Maling Bergaya Ninja Sikat HP-Tabung Gas Warga di Medan
-
Imigrasi Sumut Gandeng Bea Cukai dan Forkopimda, Komitmen Jaga Perairan Batu Bara
-
Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal: Arab, Latin dan Cara Mengamalkannya
-
Cara Mengatasi Rayap di Rumah agar Perabotan Kayu Tidak Cepat Rusak
-
2 Pembunuh Wakil Rektor ITB Kabanjahe Ternyata Buruh Bangunan, Pernah Kerja di Rumah Korban