- Banjir dan tanah longsor di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mengakibatkan 85 orang meninggal dan 1.660 rumah rusak parah.
- Berdasarkan laporan BPBD per 5 Desember 2025, bencana berdampak pada 17.062 jiwa dan merusak fasilitas publik lainnya.
- Masa tanggap darurat diperpanjang oleh Pemkab Tapsel hingga 21 Desember 2025 untuk penanganan dampak bencana.
SuaraSumut.id - Bencana banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, beberapa waktu lalu. Bencana ini menyebabkan sedikitnya 1.660 unit rumah rusak dan 85 orang meninggal dunia.
Hal ini berdasarkan rekapitulasi laporan sementara BPBD per 5 Desember 2025. Tercatat korban hilang 31 orang, luka berat 30 orang, dan luka ringan 39 orang. Keluarga yang terdampak mencapai 2.800 kepala keluarga (KK) atau 17.062 jiwa.
Warga yang mengungsi lebih kurang 93 KK atau 277 jiwa. Selain rumah tempat tinggal, kerusakan juga melanda 19 unit rumah ibadah, sekolah 23 unit.
Tambah infratruktur jalan baik ruas jalan nasional, provinsi, kabupaten, hingga desa/kelurahan sekita 89 titik, jembatan empat unit, dan kebun 27 hektare.
Untuk areal persawahan sementara mencapai ratusan hektare, pipanisasi/air bersih sembilan unit serta puluhan unit bangunan lainnya yang sebarannya di 13 kecamatan dari 15 kecamatan se-Tapsel.
Sebaran ke-13 Kecamatan yang terdampak itu yakni: Angkola Selatan, Angkola Barat, Angkola Sangkunur, Batang Toru, Sipirok, Marancar, Muara Batang Toru, Tano Tombangan Angkola, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Angkola Muaratais, Saipar Dolok Hole, dan Arse.
Bencana banjir dan tanah longsor ini terjadi pekan lalu. Saat itu sejumlah daerah aliran sungai (DAS) di wilayah itu meluap dipicu hujan yang beberapa hari tak henti-henti.
Kepala Pelaksana BPBD Tapsel Julkarnaen Siregar, mengatakan pihaknya terus bekerja keras melakukan pendataan menyeluruh untuk memastikan skala kerusakan.
"Tim gabungan dari BNPD, BPBD, TNI, Polri, Basarnas dan relawan dibantu masyarakat terus melakukan pencafian warga yang masih hilang. Penyaluran bantuan juga terus dilakukan," katanya, melansir Antara, Minggu 8 Desember 2025.
Ia juga menyampaikan bahwasanya Pemkab Tapsel juga sudah memperpanjang masa tanggap darurat bencana mulai 8 - 21 Desember 2025, setelah tanggap darurat awal 24 November - 7 Desember berakhir.
Berita Terkait
-
Status Waspada, Gunung Dukono Kembali Erupsi
-
Erick Thohir Tegaskan Kesiapan Sumut Jadi Tuan Rumah AFF U-19 2026
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
-
Kloter Pertama Haji 2026 Berangkat Serentak, Ribuan Jamaah Mulai Diterbangkan
-
BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Padangsidimpuan Gelar Talkshow dan Bedah Buku
-
Tanggung Renteng Bukan Berarti Satu Pihak Tanggung Semua, Perlawanan Hukum Bukan Itikad Buruk
-
Jangan Macam-macam Kali! Pemasok Ekstasi di THM Medan Kena 'Sikat' Polisi
-
Pemprov Sumut Gelontorkan Rp1,3 Triliun untuk Infrastruktur, Bangun 141 Km Jalan Tahun Ini
-
Punya Lahan Dekat Kampus? Ini Cara Ubah Jadi Mesin Cuan dari Bisnis Kos-Kosan