- Pariwisata Aceh Tamiang lumpuh total dua bulan pascabanjir bandang; seluruh destinasi alam nihil kunjungan wisatawan.
- Akses jalan menuju objek wisata terhalang lumpur dan kayu menyebabkan wisatawan tidak dapat berkunjung saat ini.
- Fasilitas publik di 14 objek wisata utama rusak parah, ditargetkan Gunung Pandan beroperasi usai Idul Fitri 2026.
SuaraSumut.id - Pascabencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, sektor pariwisata daerah tersebut masih berada dalam kondisi lumpuh total.
Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Aceh Tamiang mencatat, hingga saat ini seluruh destinasi wisata alam belum menerima satu pun kunjungan wisatawan.
"Dua bulan terakhir ini wisatawan sama sekali nggak ada. Pascabencana tercatat pengunjung nol, baik ke destinasi air terjun maupun wisata bahari (pantai)," kata Kabid Pariwisata dan Ekonomi Disparpora Aceh Tamiang, Thamrindu Lubis, melansir Antara, Selasa, 3 Februari 2026.
Padahal, kata Thamrindu, jumlah wisatawan yang datang sebelum bencana banjir terbilang besar hampir 1.000 orang setiap pekannya di satu lokasi objek wisata.
Sementara untuk jumlah wisatawan lokal dan luar daerah per tahun yang masuk ke Aceh Tamiang tercatat 70 ribu pengunjung, tersebar di 14 destinasi wisata alam.
Biasanya, pengunjung terbanyak ke objek wisata pemandian sungai Gunung Pandan Tenggulun, bisa mencapai 600 wisatawan per minggu. Kemudian Pantai Pulau Rukui di pesisir Banda Mulia 800 pengunjung per pekannya.
"Tapi hari ini tidak ada pengunjung datang karena masih terkendala akses jalan menuju objek wisata penuh lumpur dan kayu," ujarnya.
Menurutnya, dari 14 objek wisata alam di Aceh Tamiang, Gunung Pandan dan Pulau Rukui paling diminati wisatawan, serta pemandian air panas di Desa Kaloy, Tamiang Hulu yang sudah memiliki fasilitas umum lengkap.
Namun, kini kondisi tiga destinasi wisata andalan masyarakat Aceh Tamiang tersebut porak poranda setelah diterjang banjir dan tanah longsor. Seluruh fasilitas umum seperti homestay, pondok santai, gazebo dan MCK rusak berat.
"Saat ini destinasi wisata Aceh Tamiang dari hulu sampai hilir semua hancur. Termasuk sarana-prasarana fasilitas umum yang dibangun oleh pemerintah, sekitar 50-60 persen hancur," katanya.
"Ada sedikit tinggal di destinasi Gunung Pandan karena daerah tinggi, tetapi di sana longsor. Nah, jadi untuk saat ini semua jalan dan lintasan menuju ke destinasi itu belum bisa dilewati," tegasnya.
Dirinya menyadari, memang membutuhkan waktu lama untuk memulihkan destinasi wisata yang terdampak bencana. Termasuk di objek wisata alam air terjun yang dipenuhi batang kayu log terbawa air bah.
Meski demikian, pihaknya menargetkan setelah lebaran Idul Fitri 2026 salah satu objek wisata primadona di wilayah hulu yaitu Gunung Pandan Tenggulun diupayakan beroperasi kembali untuk menarik minat pengunjung.
"Kami sudah panggil semua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) desa masing-masing untuk mendata kerusakan dan kebutuhan alat yang diperlukan kami akan segera fasilitasi," katanya.
Berita Terkait
-
150 KK Terdampak Banjir Bandang Tanggamus, Puluhan Rumah dan Lahan Warga Rusak
-
Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas
-
Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi
-
Banjir Bandang Solok, Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia
-
Nafas Kalbar Gugat Prabowo Terkait Karhutla dan Kabut Asap
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Kepala SPPG Tebingtinggi Bantah Tudingan Dugem-Selingkuh, Laporkan Sejumlah Akun Medsos ke Polisi
-
BRI InFrame 2026 Hadirkan Kompetisi Fotografi dengan Tema Potret Ekonomi Kerakyatan
-
Kompolnas Dalami Kematian Eks Istri Polisi dengan Luka Tembak di Medan, Apa Hasilnya?
-
Viral Kepala SPPG Tebingtinggi Diciduk Istri Diduga Bareng Wanita Lain, Dilaporkan ke KPPG-Polisi
-
BRI Private Hadirkan Layanan Premium Medical Check Up untuk Kesehatan Anda