- Seorang mahasiswi di Aceh Tamiang diduga diperkosa sopir truk saat meminta tumpangan saat banjir melanda kawasan tersebut.
- Kabar ini viral melalui video amuk massa terhadap terduga pelaku yang terjadi di tengah situasi darurat bencana.
- Kementerian PPPA masih berhati-hati karena kendala listrik padam dan banjir menghambat verifikasi mendalam di lapangan.
SuaraSumut.id - Ketika kepanikan dan penderitaan akibat bencana banjir Sumatera yang turut melanda Kabupaten Aceh Tamiang, sebuah kabar memilukan menyeruak dan menggemparkan jagat maya.
Seorang mahasiswi asal Kota Langsa diduga menjadi korban tindak pidana pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang sopir truk.
Ironisnya, peristiwa keji ini terjadi saat korban sedang berjuang menyelamatkan diri dan menumpang kendaraan tersebut untuk melintasi genangan banjir.
Kabar ini bermula dari beredarnya video amatir di berbagai platform media sosial, yang memperlihatkan amuk massa terhadap seorang pria yang diduga sebagai pelaku.
Dalam rekaman yang viral tersebut, dilihat Suara.com, Selasa (9/12/2025), terlihat warga dengan penuh emosi mengepung sebuah truk, memaksa sopir turun, dan melayangkan pukulan bertubi-tubi.
Narasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan, sopir tersebut tega memanfaatkan situasi darurat bencana untuk melampiaskan nafsu bejatnya kepada penumpang perempuan yang sedang membutuhkan pertolongan.
Suara perekam dalam video tersebut terdengar jelas melontarkan kalimat-kalimat bernada tinggi dan penuh kemarahan kepada terduga pelaku.
Respons Kementerian PPPA dan Kendala di Lapangan
Menanggapi kasus yang menyita perhatian publik ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, akhirnya buka suara.
Baca Juga: Pertamina Salurkan Air Bersih Siap Minum bagi Warga Aceh Tamiang
Arifah mengakui, pihaknya telah mendengar kabar tersebut, namun hingga saat ini kementerian masih berhati-hati dan terus berupaya melakukan konfirmasi mendalam.
"Benar, kami baru sebatas dapat informasinya dari media sosial. Akan kami cek," kata Arifah.
Kementerian PPPA menegaskan, situasi di lapangan sangat dinamis dan penuh kendala.
Meskipun beredar kabar pihak kepolisian setempat telah bergerak cepat mengamankan sopir truk yang menjadi terduga pelaku untuk menghindari amuk massa yang lebih parah, Menteri Arifah menyatakan belum bisa memberikan stempel konfirmasi resmi terkait detail kejadian.
Sejumlah data krusial seperti lokasi pasti atau Tempat Kejadian Perkara (TKP), identitas lengkap korban, hingga kronologi detail bagaimana peristiwa tersebut bermula, masih dalam proses pendalaman.
Pihak kementerian tidak ingin gegabah mengambil kesimpulan sebelum ada laporan otentik dari penegak hukum maupun tim di lapangan.
Berita Terkait
-
Pertamina Salurkan Air Bersih Siap Minum bagi Warga Aceh Tamiang
-
Ratas dengan Presiden, Pertamina Laporkan Percepatan Distribusi Energi di Wilayah Bencana Sumatera
-
Angka Korban Hilang Turun Jadi 160 Jiwa, Tapanuli Tengah Masih Ground Zero Pencarian
-
Benarkah 250 Warga Kampung Dalam Meninggal Akibat Banjir Aceh Tamiang?
-
Bocah Korban Longsor di Humbahas Sumut Ditemukan Tewas
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026, Perluas Akses Finansial Diaspora Indonesia
-
Enam Daerah di Sumut Dilanda Banjir
-
Pemprov Sumut Siapkan Hibah Rp67,5 Miliar untuk Rumah Ibadah, Baru Terealisasi 34,11 Persen
-
Komitmen Investasi Berkelanjutan Berbuah Penghargaan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026
-
Kejar-kejaran Bak Film Spiderman, 2 Pengedar Sabu di Medan Kabur Lompati 10 Rumah