- Tiga pemberian yang tidak boleh ditolak dalam Islam berdasarkan hadits adalah bantal, minyak wangi, dan susu.
- Bantal melambangkan penghargaan bagi tamu; minyak wangi disukai malaikat; susu bernilai gizi tinggi.
- Dalil utama berasal dari hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi, menguatkan adab menerima pemberian sederhana.
SuaraSumut.id - Dalam Islam, tiga pemberian yang tidak boleh ditolak adalah bantal (wasa'id), minyak wangi (duhn), dan susu (laban), sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi SAW.
Dalil utamanya berasal dari hadits, bukan ayat Al-Quran spesifik, meski prinsip ini selaras dengan ajaran berbagi dan silaturahmi dalam Al-Quran.
Rasulullah SAW bersabda: "ثَلَاثٌ لَا تُرَدُّ: الْوَسَائِدُ وَالدُّهْنُ وَاللَّبَنُ" (Ada tiga hal yang tidak boleh ditolak: bantal, minyak wangi, dan susu). Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (no. 2790) dari Abdullah bin Umar RA, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani serta Ibnu Hajar.
Nabi SAW juga bersabda: "من عُرِضَ عَلَيْهِ الطِّيبُ فَلَا يَرُدَّهُ فَإِنَّهُ رَخِيصٌ طَيِّبُ الرِّيحِ" (Barang siapa ditawari minyak wangi, jangan ditolak karena ringan dan baunya harum) (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi 2789), yang memperkuat penerimaan minyak wangi.
Berikut 3 pemberian yang tidak boleh ditolak
1. Bantal
Dalam Islam, bantal (al-wasa'id) tidak boleh ditolak sebagai pemberian karena melambangkan keramahan dan pemuliaan tamu dalam budaya Arab.
Bantal di sini merujuk alas duduk lebar, bukan bantal tidur, diberikan tuan rumah untuk kenyamanan tamu saat berkunjung. Menolaknya dianggap meremehkan niat baik, bertentangan adab silaturahmi.
Di masyarakat Arab, bantal bagian dari jamuan pertama tamu, tunjuk penghargaan tanpa beban materi. Rasulullah SAW ajarkan syukur atas hal sederhana untuk perkuat ukhuwah Islamiyah.
2. Minyak Wangi
Minyak wangi (ad-duhn) tidak boleh ditolak sebagai pemberian dalam Islam karena nilainya ringan, baunya harum, dan dicintai oleh malaikat serta Allah SWT. Rasulullah SAW selalu menerimanya sebagai sunnah menjaga kesucian dan silaturahmi.
Wewangian tingkatkan kebersihan spiritual, dekati malaikat yang suka aroma harum, seperti contoh Nabi SAW yang tak pernah tolak. Menolaknya makruh karena abaikan adab ukhuwah, meski boleh jika ada uzur kuat seperti alergi.
3. Susu
Susu (al-laban) tidak boleh ditolak sebagai pemberian dalam Islam karena kandungan gizinya yang luar biasa, penuh keberkahan, dan menjadi minuman kesukaan Rasulullah SAW.
Penerimaannya melatih syukur atas nikmat sederhana yang bermanfaat bagi kesehatan fisik dan energi harian.
Berita Terkait
-
Promo Superindo Terbaru 24 Maret: Susu, Frozen Food, dan Aneka Isi Kulkas Diskon hingga 35 Persen
-
Sihir, Ganja, Miras, Buku, dan Islam: Membongkar Pola Berpikir yang Dianggap Final oleh Masyarakat
-
Anti-Mainstream! Coba Resep Puding Susu Karamel Ini untuk Maniskan Momen Lebaran Keluarga
-
12 Negara Islam Kompak Lawan Iran: Hentikan Serangan atau Kami Balas
-
Wasiat Politik Ali Larijani untuk Negara-negara Arab: Islam Macam Apa Kalian Ini...
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
Terkini
-
Lonjakan Kendaraan di Tol MKTT Mencapai 10,84 Persen
-
Cek Hari Libur Nasional April 2026, Ada Long Weekend?
-
Area Rumah yang Harus Diperiksa Usai Mudik Lebaran Agar Tetap Aman dan Nyaman Dihuni
-
Tips Mengatasi Toren Air Kotor Setelah Lama Tidak Dipakai dengan Aman dan Mudah
-
6 Cara Menyimpan Kue Basah Agar Tidak Cepat Basi dan Tetap Enak