-
Dedikasi Abdi Negara Dedy Saputra, pengawas lapangan Kementerian PU, menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memulihkan akses jalan di Aceh Tamiang pascabanjir demi kelancaran distribusi logistik dan aktivitas pendidikan santri.
-
Kekuatan dari Trauma Masa Lalu Pengalaman kehilangan keluarga saat tsunami 2004 menjadi motivasi moral bagi Dedy untuk bekerja tanpa lelah membantu sesama korban bencana, meski harus rela meninggalkan keluarganya sendiri.
-
Komitmen Pemulihan Pemerintah Pemerintah melalui tim lapangan berkomitmen menyelesaikan pemulihan infrastruktur secara bertahap, memberikan harapan bagi masyarakat terdampak bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masa sulit pascabencana.
SuaraSumut.id - Bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera-Aceh tidak hanya meninggalkan kerusakan bangunan dan insfrastruktur, tetapi juga luka psikologis yang bagi masyarakat terdampak.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh proses pemulihan pascabencana terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur.
Di balik alat berat dan tumpukan lumpur, ada sosok-sosok abdi negara yang memilih bertahan di lapangan, bekerja tanpa mengenal waktu demi memastikan roda kehidupan kembali bergerak.
Salah satunya adalah Dedy Saputra, Pengawas Lapangan PPK 1.5 BPJN Aceh, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Selama hampir satu bulan Dedy berada di lokasi terdampak bencana, terlibat langsung dalam proses pembersihan lumpur dan pemulihan akses jalan.
Bagi Dedy, kehadirannya di Aceh Tamiang bukan hanya menjalankan tugas, tetapi juga wujud tanggung jawab moral sebagai aparatur negara.
Ia mengatakan bahwa pemulihan akses jalan menjadi prioritas utama agar distribusi logistik dan sembako dapat kembali lancar, termasuk untuk mendukung aktivitas pendidikan di pesantren.
"Supaya pengiriman sembako bisa masuk dengan lancar, santri-santri (pesantren) bisa kembali belajar seperti biasa," kata Dedy, Sabtu 27 Desember 2025.
Selama berada di lokasi bencana, kondisi kerja jauh dari kata nyaman. Dedy dan tim harus berhadapan dengan medan berlumpur, cuaca yang tidak menentu.
Baca Juga: Telkomsel dan Kementerian Komdigi Perkuat Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Aceh
Jam istirahat pun sering kali tidak teratur. Namun, semua itu tidak menjadi alasan untuk mengendurkan semangatnya.
"Sebagai abdi negara tidak ada kata-kata capek. Tidurnya kadang enak, kadang tidak enak," ujarnya.
Yang membuat kisah Dedy semakin kuat adalah latar belakang pribadinya. Ia kehilangan orang tua dan dua orang adiknya pada tsunami Aceh 2004. Hingga kini, kenangan pahit itu masih membekas.
"Saya pernah jadi korban tsunami, sampai sekarang masih terbayang-bayang. Bapak ibu, dua orang adik dibawa tsunami, sampai sekarang belum ditemukan,” ucapnya dengan suara bergetar.
Namun alih-alih melemahkan, pengalaman tersebut justru menjadi sumber kekuatan. Dedy mengaku memahami betul perasaan warga yang kehilangan dan berada dalam situasi tidak menentu pascabencana.
“Itulah yang menggerakkan saya untuk membantu. Harus tempur di lapangan walaupun keluarga ditinggalkan sementara," ucapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Telkomsel dan Kementerian Komdigi Perkuat Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Aceh
-
Kementerian PU Kerja Siang-Malam Bersihkan Jalan dan Akses Warga di Aceh Tamiang Pascabencana
-
Jalan Nasional di Aceh Tamiang Akhirnya Berfungsi Lagi, Kementerian PU Optimis Kondisi Segera Pulih
-
Kementerian PU Buka Kembali Jembatan Krueng Tamiang, Mobilitas Warga Mulai Pulih
-
Jalan Nasional Medan-Aceh Tamiang Kembali Dibuka, Warga Bersyukur: Alhamdulillah!
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
Terkini
-
Meriahkan HUT ke-81 RI, BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa
-
Ceria Anak Panti Sambut Kedatangan Jajaran Imigrasi Sumut
-
Semarak HUT ke-81 RI, Bandara Kualanamu Gelar Kegiatan Kemerdekaan hingga Simfoni Nusantara
-
Sadis! Mayat Sopir Taksi Online Terkapar di Kebun Tebu Deli Serdang, Polisi Selidiki
-
BSI Region Medan Catat Pertumbuhan Tabungan Emas 444 Persen