- Pembangunan 600 unit Huntara oleh PT Danantara di Aceh Tamiang menyerap ratusan pekerja lokal, termasuk mahasiswa, sebagai dampak ekonomi pascabencana.
- Mahasiswa seperti Dava dan Riki bekerja sebagai konstruksi dengan upah harian bervariasi, bertujuan mempercepat relokasi pengungsi banjir.
- Presiden Prabowo meninjau Huntara pada 1 Januari 2026, mengapresiasi kecepatan pembangunan delapan hari serta kualitas hunian yang dilengkapi fasilitas dasar.
SuaraSumut.id - Pembangunan 600 unit rumah hunian sementara (Huntara) untuk korban banjir bandang di Aceh Tamiang bukan hanya menjadi simbol percepatan pemulihan pascabencana, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
Proyek yang dikerjakan oleh PT Danantara (Persero) di Desa Simpang Empat Upah, Kecamatan Karang Baru, ini menyerap ratusan tenaga kerja, termasuk kalangan mahasiswa.
Dava dan Riki, dua mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Kota Langsa, menjadi contoh nyata keterlibatan generasi muda dalam proyek kemanusiaan tersebut. Selama lebih dari sepekan, keduanya bekerja sebagai tenaga konstruksi di lokasi Huntara.
"Senang bisa diterima kerja di sini. Ini hari ketujuh kami kerja, Alhamdulillah gaji lancar dapat jatah makan lagi," kata Deva, melansir Antara, Minggu, 4 Januari 2026.
Deva dan Riki mengetahui ada lowongan kerja di Huntara dari status history WhatsApp temannya. Mereka kemudian datang ke lokasi bertemu biro perwakilan perusahaan sesuai brosur perekrutan tenaga kerja. Di sana, setiap perusahaan pelaksana proyek memiliki kru dan SOP masing-masing.
"Ada kawan ngajak, sebelumnya kami ada enam orang warga satu desa, ke enamnya langsung diterima. Ternyata banyak juga yang kerja di sini dari warga Aceh Tamiang," ujarnya.
Sebagai kernet atau pembantu tukang, Dava dan rekan-rekannya menerima upah harian sebesar Rp150 ribu untuk jam kerja normal mulai pukul 07.30 hingga 17.00 WIB.
Jika bekerja lembur pada malam hari, penghasilan bisa meningkat hingga Rp300 ribu per hari, tergantung kebijakan perusahaan pelaksana.
"Kalau nggak lembur Rp150 ribu per hari, kalau lembur shift malam ada yang Rp250 sampai Rp300 ribu, bervariasi karena beda perusahaan. Gaji dibayar satu minggu sekali," ucapnya.
Dirinya mengaku belum memiliki pengalaman kerja di bidang bangunan. Selain mengisi waktu libur kuliah, ternyata tujuan Deva dan Rizki mulia. Tidak semata mencari uang jajan, tapi mereka ingin berkontribusi bekerja di proyek Huntara.
Terutama, untuk membantu korban pengungsi banjir yang saat ini tinggal di tenda-tanda supaya cepat mendapatkan rumah.
"Kami korban banjir juga tapi tidak mengungsi. Ya, paling tidak sebagai warga lokal kami ingin Huntara ini cepat selesai dibangun sehingga pengungsi yang kehilangan tempat tinggal bisa segera direlokasi kemari. Itu salah satu alasan kami mahasiswa harus ikut bersama membangun Huntara ini," katanya.
"Kita berharap kepada pemerintah daerah tidak ada nepotisme dalam pembagian bangunan Huntara nanti. Harus diutamakan warga setempat yang betul-betul mengungsi, jangan untuk korban banjir yang masih punya rumah," jelas Dava.
Sebelumnya, salah seorang penyintas banjir Aceh Tamiang, Rizki sudah masuk melihat kondisi Huntara. Dia juga merupakan calon penerima Huntara yang berlokasi strategis di Jalinsum Medan-Banda Aceh.
"Rumah baru kami nanti di sebelah masjid, masya Allah," katanya.
Berita Terkait
-
Euforia Kelulusan: Mengapa Perayaan Boleh, Tapi Penggunaan Gelar Harus Ditahan?
-
Ekspektasi vs Realita Anak Kos: Katanya "Bebas", Kenyataannya Malah Kena Mental
-
Polemik KIP Kuliah Gara-Gara Desil Berubah, Gus Ipul Pastikan Masih Ada Jalan bagi Mahasiswa
-
Kartelisasi Politik dan Urgensi Gerakan Massa Melawan Dominasi Kekuasaan
-
Cerita Mahasiswa UI di DPR, Ada Akademisi Dicekal Masuk Kampus Akibat Intervensi Politik
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
2 Polisi di Samosir Ditangkap, Diduga Terlibat Peredaran Narkoba
-
Puluhan Pengunjung Terjebak di Bianglala Deli Serdang, Diduga Alami Kerusakan Mesin
-
Kamar Kos di Medan Disulap Jadi Gudang Vape Narkoba Jaringan Internasional
-
Ibu Kerja ke Malaysia, Remaja di Langkat Jadi Korban Rudapaksa Ayah Kandung
-
BPODT Perkuat Kapasitas Internal, Hadirkan Viera Lovienta-Medsos untuk Dorong Promosi Danau Toba