Suhardiman
Senin, 05 Januari 2026 | 11:46 WIB
Ilustrasi Mayat. (unsplash/john hendrick)
Baca 10 detik
  • BNPB melaporkan 10 korban meninggal baru, totalnya mencapai 1.177 jiwa pada Minggu, 4 Januari 2026 sore.
  • Jumlah warga yang masih hilang kini tercatat 148 jiwa setelah adanya koreksi data dari pihak desa dan keluarga.
  • Status tanggap darurat diperpanjang di beberapa daerah Aceh dan Sumatera Barat, sementara Sumatera Utara sudah transisi darurat.

SuaraSumut.id - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan ada
penambahan 10 korban meninggal dunia akibat bencana di Sumatera Utara, pada Minggu, 4 Januari 2026 sore. Dengan demikian, total korban meninggal dunia sebanyak 1.177 orang.

"Tambahan korban meninggal di Aceh Utara 3 jiwa, Tapanuli Selatan 5 jiwa, dan Sumatera Barat 2 jiwa. Total 1.177 jiwa," katanya, kemarin.

Tim di lapangan juga menemukan sejumlah orang yang sebelumnya diduga hilang. Sehingga saat ini tercatat sebanyak 148 orang yang masih hilang.

"Hari ini ada pengurangan 17 nama untuk daftar orang hilang yang dikoreksi oleh desa, kecamatan, maupun anggota keluarga. Jumlah total rekapitulasi nama korban yang masih dalam daftar pencarian tim SAR gabungan itu 148 jiwa," ujarnya.

Jumlah pengungsi pada saat ini berjumlah sebanyak 242.174 jiwa. Sejumlah daerah terdampak bencana pada saat ini memperpanjang status tanggap darurat.

Di Aceh, terdapat 10 daerah yang melakukan perpanjangan tangkap darurat yang dilakukan oleh 10 daerah, dengan 8 daerah yang kini melakukan tahapan transisi darurat.

"Di Sumatera Utara ini transisi darurat 14 daerah, tanggap darurat berakhir di dua daerah dan tidak diperpanjang. Jadi, saat ini di Sumatera Utara sudah tidak ada kabupaten/kota dengan status tanggap darurat. Provinsi Sumatera Utara saat ini sudah dalam status transisi darurat," ungkapnya.

Sementara di Sumatera Barat, masih ada perpanjangan status tanggap darurat di Kabupaten Agam. Sebab, hingga tiga hari yang lalu itu masih ada beberapa bencana longsor susulan, karena terdeteksi ada rekahan-rekahan yang berpotensi untuk terjadi longsor susulan bila dilanda hujan dalam waktu yang cukup lama.

Pihaknya masih terus memantau dan akan melakukan langkah-langkah yang bisa diupayakan untuk aspek mitigasi supaya kondisi potensi bencana longsor susulan, khususnya di Kabupaten Agam ini bisa diminimalkan.

"Selain Kabupaten Agam, di Sumatera Barat sudah tidak ada kabupaten/kota yang dalam status tanggap darurat. Jadi, semuanya saat ini sudah dalam transisi darurat. Ada tanggap darurat yang berakhir dan ini tidak diperpanjang," kata Abdul Muhari.

Load More