- Sebanyak 18 sekolah di Aceh terpaksa belajar di tenda karena fasilitas rusak akibat bencana banjir dan longsor.
- Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti menyatakan akan segera membangun sekolah darurat bagi siswa yang terdampak bencana.
- Aceh terdampak paling besar dengan 2.756 sekolah rusak, di mana 90% sudah beroperasi kembali pascabencana.
SuaraSumut.id - Sebanyak 18 sekolah yang terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh belajar di tenda. Hal ini disebabkan karena fasilitas pendidikan rusak akibat bencana.
Demikian dikatakan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti, melansir Antara, Senin, 5 Januari 2026.
"Kita akan terus berupaya untuk menghadirkan sekolah darurat bagi siswa yang belajar di tenda. Pembangunannya akan dilaksanakan secepatnya," kata Abdul Mu'ti.
Ia mengatakan bahwa Provinsi Aceh menjadi wilayah terdampak terbesar terhadap fasilitas satuan pendidikan akibat bencana, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang.
Banjir dan longsor melanda Aceh berdampak pada 2.756 sekolah/satuan pendidikan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota terkena bencana.
Sebanyak 90 persen sekolah di Aceh atau 2,468 sekolah sudah beroperasi, 18 sekolah menggunakan tenda, dan 288 sekolah masih dalam proses pembersihan.
Pihaknya membagikan sebanyak 2 ribu school kit secara simbolis dari total yang diberikan sebanyak 15.500 buah.
Pihaknya juga memberikan tenda 78 buah dan ruang kelas darurat 100 kelas, buku pelajaran 90.000 eksemplar, dukungan psikososial 300 juta, serta Dana Operasional Pendidikan Darurat mencapai Rp11,29 miliar di Aceh.
Berita Terkait
-
Libur Sekolah Lebaran 2026 Kapan? Ini Aktivitas yang Bisa Dilakukan
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Pemprov DKI Jakarta Tambah 63 Sekolah Swasta Gratis Mulai Juli 2026, Total Ada 103
-
Wamensos Minta Gugus Tugas Mitigasi Transisi Sekolah Rakyat Permanen
-
Gus Ipul: Guru Sekolah Rakyat Harus Profesional, SKP Jadi Kompas Perubahan Siswa
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Isi Lengkap Surat Edaran Wali Kota Medan Rico Waas soal Daging Babi yang Picu Protes
-
8 Cara Konsisten Baca Al-Qur'an Selama Ramadan
-
Angka Kemiskinan Sumut 7,24 Persen, Masuk 17 Terendah di Indonesia
-
Play-Ins FFNS 2026 Spring: 36 Tim Perebutkan 9 Tiket Menuju Grand Finals
-
Ekosistem Batang Toru dalam Sorotan: Revisi Tata Ruang, Dorongan KSN, dan Zona Merah