Suhardiman
Senin, 05 Januari 2026 | 15:24 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti. [Suara.com/Novian]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 18 sekolah di Aceh terpaksa belajar di tenda karena fasilitas rusak akibat bencana banjir dan longsor.
  • Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti menyatakan akan segera membangun sekolah darurat bagi siswa yang terdampak bencana.
  • Aceh terdampak paling besar dengan 2.756 sekolah rusak, di mana 90% sudah beroperasi kembali pascabencana.

SuaraSumut.id - Sebanyak 18 sekolah yang terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh belajar di tenda. Hal ini disebabkan karena fasilitas pendidikan rusak akibat bencana.

Demikian dikatakan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti, melansir Antara, Senin, 5 Januari 2026.

"Kita akan terus berupaya untuk menghadirkan sekolah darurat bagi siswa yang belajar di tenda. Pembangunannya akan dilaksanakan secepatnya," kata Abdul Mu'ti.

Ia mengatakan bahwa Provinsi Aceh menjadi wilayah terdampak terbesar terhadap fasilitas satuan pendidikan akibat bencana, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang.

Banjir dan longsor melanda Aceh berdampak pada 2.756 sekolah/satuan pendidikan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota terkena bencana.

Sebanyak 90 persen sekolah di Aceh atau 2,468 sekolah sudah beroperasi, 18 sekolah menggunakan tenda, dan 288 sekolah masih dalam proses pembersihan.

Pihaknya membagikan sebanyak 2 ribu school kit secara simbolis dari total yang diberikan sebanyak 15.500 buah.

Pihaknya juga memberikan tenda 78 buah dan ruang kelas darurat 100 kelas, buku pelajaran 90.000 eksemplar, dukungan psikososial 300 juta, serta Dana Operasional Pendidikan Darurat mencapai Rp11,29 miliar di Aceh.

Load More