- Tren *skincare* 2026 bergeser ke pendekatan aman, regeneratif, dan personal didorong inovasi bahan serta riset dermatologi.
- Perawatan non-invasif klinik dan bioteknologi seperti *exosome* semakin populer untuk perbaikan struktur kulit jangka panjang.
- Penggunaan *peptide* fungsional, senyawa Ectoin, dan analisis AI menjadi kunci dalam rutinitas *skincare* minimalis.
SuaraSumut.id - Industri skincare terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran akan kesehatan kulit jangka panjang.
Memasuki 2026, tren perawatan kulit tidak lagi berfokus pada hasil instan, melainkan pada pendekatan yang lebih aman, regeneratif, dan personal.
Inovasi bahan aktif, teknologi kecantikan, serta riset dermatologi mendorong lahirnya tren skincare yang mendukung kesehatan kulit secara holistik.
Berikut tujuh tren skincare yang diprediksi akan bertahan lama dan relevan dalam jangka panjang.
1. Perawatan Klinik Profesional Non-Invasif
Perawatan kulit di klinik kecantikan semakin diminati, terutama prosedur non-invasif seperti face lifting tanpa operasi.
Metode ini memberikan efek pengencangan alami dengan risiko minimal serta hasil yang dapat diukur secara medis. Tren ini menjadi alternatif yang lebih aman dibanding prosedur instan yang berpotensi menimbulkan efek samping.
2. Regenerasi Kulit Berbasis Bioteknologi
Perawatan regeneratif bertujuan merangsang pembentukan sel kulit baru agar kulit tampak sehat dan segar secara alami.
Teknologi seperti exosome serum dan Rejuran berbahan DNA salmon semakin populer karena membantu memperbaiki struktur kulit dari dalam dan mendukung kesehatan kulit jangka panjang.
3. Peptide sebagai Bahan Aktif Utama
Peptide berkembang menjadi bahan aktif yang lebih spesifik dan fungsional. Kandungan ini berperan penting dalam memperkuat skin barrier, meningkatkan elastisitas, serta membantu regenerasi kulit. Karena sifatnya yang lembut, peptide banyak digunakan dalam produk anti-aging yang aman untuk kulit sensitif.
4. Skincare dengan Kandungan Ectoin
Ectoin, senyawa alami dari mikroorganisme ekstrem, menjadi unggulan dalam dunia skincare. Bahan ini membentuk lapisan perlindungan yang menjaga hidrasi, meredakan inflamasi, serta melindungi kulit dari polusi dan perubahan suhu. Skincare berbasis ectoin cocok untuk perawatan kulit sehari-hari, terutama bagi pemilik kulit kering dan rentan iritasi.
5. Skincare Berbasis Data dan Teknologi AI
Berita Terkait
-
Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
-
4 Serum Retinal Ampuh untuk Samarkan Dark Spot dan Cegah Penuaan Dini
-
4 Hydrating Serum Probiotic Rawat Skin Barrier, Cegah Dehidrasi dan Iritasi
-
Apakah Semakin Mahal Skincare Semakin Bagus Efeknya? Ini Faktanya
-
Jangan Asal Pakai! Ini Tanda Serum Wajah Sudah Kedaluwarsa atau Rusak
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Advokat Jordan Sitepu Nilai Tuntutan Mati Terhadap YH Tidak Didukung Bukti yang Cukup
-
Polisi Diduga Tembak-Aniaya Terduga Pencuri Berondolan Sawit Diperiksa Propam
-
Rayakan Bulan Inklusi Keuangan, BRI Dorong Literasi Digital dan Ekonomi Desa Lewat BRILink Agen
-
Viral Video Rayap Besi Curi Kursi Gereja di Medan
-
Penumpang KA Putri Deli Tembus 970.762 hingga September 2026