Suhardiman
Minggu, 11 Januari 2026 | 12:57 WIB
Mobil hybrid bekas. [Gemini AI]
Baca 10 detik
  • Pemeriksaan kesehatan baterai hybrid menggunakan scanner OBD dan penelusuran garansi pabrik sangat krusial sebelum membeli unit bekas.
  • Konsumen harus menelusuri riwayat servis lengkap dan menghindari mobil yang memiliki indikasi pernah terkena banjir.
  • Lakukan test drive menyeluruh untuk memastikan transisi motor listrik dan bensin berjalan mulus tanpa suara aneh.

SuaraSumut.id - Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi bahan bakar dan isu lingkungan, mobil hybrid menjadi pilihan rasional selain kendaraan listrik murni.

Teknologi hybrid mengombinasikan mesin bensin dengan motor listrik untuk menekan konsumsi BBM dan emisi gas buang. Namun, harga mobil hybrid baru yang relatif tinggi membuat banyak konsumen melirik pasar mobil hybrid bekas.

Meski menawarkan harga lebih terjangkau, membeli mobil hybrid bekas tidak bisa disamakan dengan mobil konvensional. Ada komponen vital yang memerlukan perhatian ekstra, terutama terkait sistem kelistrikan dan baterai. Agar tidak salah langkah, berikut hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan membeli mobil hybrid bekas.

1. Periksa Kesehatan Baterai Hybrid (Battery Health)

Baterai adalah jantung dari mobil hybrid dan juga komponen termahal. Oleh karena itu, pemeriksaan State of Health (SoH) baterai menjadi langkah krusial. Jangan hanya mengandalkan klaim penjual. Mintalah pemeriksaan menggunakan scanner OBD khusus sistem hybrid untuk membaca data kesehatan baterai secara akurat.

Ciri baterai hybrid yang mulai menurun antara lain:

  • Pengisian daya (charging) terlalu cepat penuh namun cepat habis
  • Mesin bensin bekerja lebih sering dari normal
  • Akselerasi terasa kurang responsif

Selain itu, periksa sistem pendingin baterai yang biasanya berada di belakang kursi atau area bagasi. Pastikan kipas pendingin bersih dan berfungsi optimal. Suhu panas berlebih adalah musuh utama baterai hybrid dan dapat mempercepat degradasi sel baterai.

Tak kalah penting, tanyakan apakah garansi baterai pabrik masih berlaku. Umumnya produsen memberikan garansi hingga 8 tahun atau 160.000 km, tergantung merek dan model.

2. Telusuri Riwayat Servis dan Dokumen Kendaraan

Riwayat perawatan mencerminkan bagaimana mobil digunakan dan dirawat. Idealnya, mobil hybrid bekas memiliki service record lengkap dan rutin dilakukan di bengkel resmi atau bengkel spesialis hybrid.

Pastikan dokumen servis mencakup:

  • Pemeriksaan sistem hybrid
  • Update software (jika ada)
  • Perawatan komponen kelistrikan

Waspadai manipulasi odometer dengan mencocokkan jarak tempuh pada panel instrumen dengan catatan servis terakhir. Selain itu, hindari mobil bekas banjir, karena sistem kelistrikan bertegangan tinggi sangat rentan rusak akibat air. Periksa karpet, bau interior, karat tersembunyi, dan sisa lumpur di area sempit.

3. Lakukan Pemeriksaan Fisik dan Test Drive Menyeluruh

Secara visual, perhatikan kondisi kabel tegangan tinggi berwarna oranye. Pastikan tidak ada kerusakan, bekas sambungan tidak standar, atau gigitan hewan pengerat.

Saat test drive, perhatikan:

Load More