- Kurikulum darurat diterapkan di Aceh Timur sejak 5 Januari 2026 menyusul dampak bencana banjir akhir November 2025.
- Sebanyak 173 SD dan 50 SMP terdampak, dengan beberapa sekolah rusak parah dan belajar dilakukan di lokasi alternatif.
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur fokus pada keselamatan siswa serta percepatan perbaikan fasilitas pendidikan.
SuaraSumut.id - Kurikulum darurat kegiatan belajar mengajar (KBM) diterapkan di Kabupaten Aceh Timur, pascabencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu. Kegiatan pascabencana telah dimulai sejak 5 Januari 2026 dan diikuti oleh peserta didik di kabupaten tersebut.
"Seluruh peserta didik di Kabupaten Aceh Timur telah kembali aktif mengikuti proses belajar mengajar. Kami juga menerapkan kurikulum darurat karena banyak peserta didik menjadi korban banjir dan sekolah terdampak bencana," kata Kepala Disdikbud Kabupaten Aceh Timur Bustami, melansir Antara, Selasa, 7 Januari 2026.
Penerapan kurikulum darurat disesuaikan dengan kondisi sekolah terdampak, baik dari segi waktu, metode pembelajaran, hingga tempat belajar. Hal ini dilakukan agar siswa tetap mendapatkan pembelajaran yang esensial tanpa memberatkan mereka maupun tenaga pendidik.
Berdasarkan data sementara, kata dia, sebanyak 173 sekolah dasar (SD) dan 50 sekolah menengah pertama (SMP) terdampak banjir. Tiga sekolah dasar di antaranya rusak total dan hilang terbawa arus banjir.
"Untuk sekolah yang bangunannya rusak berat dan hilang, proses belajar mengajar tetap dilakukan secara darurat. Peserta didik belajar di surau, tenda pengungsian, maupun fasilitas sementara lainnya," kata Bustami.
Beberapa sekolah yang belum dapat digunakan untuk KBM karena kerusakan yang cukup parah. Sekolah tersebut di antaranya SMP Negeri 5 Pante Bidari, SMP Negeri 3 Pante Bidari, serta SMP Negeri 5 Pante Bidari Sijudo.
"Sekolah-sekolah ini masih belum bisa menggunakan ruang kelas karena kondisi bangunan yang rusak. Namun proses belajar tetap berjalan dengan sistem darurat di lokasi yang aman," kata Bustami.
Bustami mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan perbaikan dan pembangunan kembali fasilitas pendidikan yang rusak akibat banjir.
Dirinya berharap dukungan dari berbagai pihak agar pemulihan sektor pendidikan dapat segera terealisasi. Pihak juga berkomitmen memastikan pendidikan anak-anak Aceh Timur tetap berjalan.
"Keselamatan dan keberlangsungan belajar siswa menjadi prioritas utama kami pasca bencana ini," kata Bustami.
Berita Terkait
-
Gen Z Stres Memikirkan Biaya Hidup dan Bencana Jadi Beban Baru?
-
Warga Patungan Masker untuk Korban Karhutla, Enter Nusantara Sindir Pemerintah Abai Tangani Bencana
-
Kemendagri Dorong Percepatan Pemulihan Sumatera, Dukungan untuk Daerah Capai Rp12,3 Triliun
-
KPK Ungkap Pengadaan Tenda hingga Perahu Karet dalam Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Puluhan Santri Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Bungkus saat Acara HSN Pemkab Deli Serdang
-
UHN Bidik Investasi Rp1 Triliun untuk Smart Campus dan Rumah Sakit
-
Ribuan Talenta Muda Berpeluang Bangun Karier Lewat Program Magang Nasional BRI
-
Dari Diskon MCU hingga Genomics, Intip Keuntungan Healthcare Privilege BRI dan Prodia
-
Sedekah Energi Tenaga Surya untuk Sumatera Utara, Kolaborasi Al Washliyah-Green Justice Indonesia