-
Warga Pidie Jaya, Aceh, berharap rumah tertimbun lumpur segera dibersihkan.
-
Ratusan jiwa masih mengungsi akibat dampak banjir bandang.
-
Warga butuh alat berat dan bantuan relawan pembersihan.
SuaraSumut.id - Warga korban banjir di Pidie Jaya yang terdampak banjir bandang dan longsor masih berjuang memulihkan kondisi tempat tinggal mereka.
Hingga Jumat (9/1/2025), sejumlah rumah di beberapa gampong dilaporkan masih tertimbun lumpur dengan ketebalan bervariasi. Hal ini membuat aktivitas warga belum bisa kembali normal. Harapan utama masyarakat saat ini adalah percepatan pembersihan rumah agar dapat segera ditempati kembali.
Keuchik atau Kepala Desa Blang Cut, Muhammad Jamin, menyampaikan bahwa korban banjir Pidie Jaya sangat membutuhkan bantuan pembersihan lumpur.
Menurutnya, warga tidak sanggup jika hanya mengandalkan tenaga sendiri untuk membersihkan rumah yang tertimbun material banjir.
“Saat ini yang warga butuhkan adalah pembersihan rumah, karena jika hanya mengandalkan tenaga masing-masing pemilik rumah tidak sanggup,” kata Muhammad Jamin.
Ia menjelaskan, kondisi gampong yang dipimpinnya hingga kini masih dipenuhi lumpur. Rumah-rumah warga tertimbun dengan ketinggian yang berbeda-beda, sehingga memerlukan penanganan menggunakan alat berat.
Sejumlah pihak disebut telah mulai melakukan pembersihan akses jalan yang sebelumnya tidak dapat dilalui.
“Saat ini berbagai pihak juga sedang melakukan pembersihan jalan yang tidak dapat diakses karena tertimbun lumpur. Alat berat juga sudah dikerahkan untuk pembersihan jalan,” katanya.
Dampak banjir bandang tersebut membuat ratusan warga terpaksa mengungsi. Muhammad Jamin menyebutkan, sebanyak 435 jiwa penduduk Gampong Blang Cut meninggalkan rumah mereka karena tidak bisa ditempati.
“Warga malam hari mengungsi ke Komplek Kantor Bupati Pidie Jaya dan pada pagi hingga sore pulang ke kampung untuk melihat apa yang bisa dikerjakan,” katanya.
Lebih lanjut, pihak desa berharap agar lumpur di sekitar perkarangan rumah warga dapat segera dikeruk dan diangkut menggunakan alat berat. Langkah tersebut dinilai penting agar proses pembersihan bagian dalam rumah dapat dilakukan.
“Kami juga berharap ada bantuan cangkul, sekop dan gerobak tangan agar masyarakat dapat membersihkan rumah dan berharap akan ada relawan yang ikut membantu nantinya,” katanya.
Selain faktor keterbatasan tenaga dan peralatan, waktu juga menjadi perhatian warga. Muhammad Jamin menambahkan, pembersihan rumah diharapkan bisa segera dilakukan karena tidak lama lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan.
“Kami berharap saat Ramadhan tiba dapat tinggal di rumah walau dalam keadaan keterbatasan,” katanya.
Harapan serupa juga disampaikan Rohana, warga Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu. Ia mengatakan lumpur masih menutup halaman rumah dan perlu segera dikeruk.
Berita Terkait
-
Prabowo: Respons Kita di NTT Sangat Cepat dan Masif, Negara Hadir
-
Gejolak Aceh dan Papua, Gatot Nurmantyo Soroti Akar Masalah
-
Warga Aceh Patungan Perbaiki Jembatan Enang-Enang, Satgas PRR: Keselamatan Nomor Satu
-
Harga Material Naik, Bantuan Rumah Korban Banjir Sumatra Diusul Jadi Rp80 Juta
-
Tesla Ngebut Seruduk Rumah, Nenek 76 Tahun Tewas
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG
-
Tak Jera, IRT di Medan Kembali Jual Ganja Padahal Baru Keluar Penjara
-
Pelaku Tawuran di Medan Jarah Beras-Motor di Warung, 1 Ditangkap
-
500 Lebih Atlet Bertanding di AHY Cup 2026, Lokot Nasution Dorong Tenis Meja Sumut Naik Kelas
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Bantu Pedagang Lepas dari Rentenir