- Mendagri Tito Karnavian menargetkan pendataan rumah terdampak bencana di Aceh selesai diverifikasi dalam tiga hari ke depan.
- Pemerintah segera mencairkan dana Rp15 juta (ringan) dan Rp30 juta (sedang) bagi warga pasca verifikasi BNPB.
- Korban rumah rusak berat/hilang dapat opsi Huntara, dana Rp1,8 juta bulanan, atau bantuan pembangunan mandiri Rp60 juta.
SuaraSumut.id - Mendagri Tito Karnavian, yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Pascabencana Sumatera, memberi batas waktu kepada pemerintah daerah di Aceh. Ia meminta penyelesaian pendataan rumah warga terdampak bencana selama tiga hari.
"Saya beri waktu mulai dari kemarin tiga hari untuk diverifikasi di tingkat BNPB, diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik dan Capil. Kalau tiga hari sudah clear uangnya oleh BNPB segera bayarkan, Rp15 juta yang rumahnya rusak ringan dan Rp30 juta rusak sedang," kata Tito, melansir Antara, Senin, 12 Januari 2026.
Tito mengatakan masyarakat terdampak perlu dibantu pembersihan rumah-rumah mereka dari lumpur banjir, terutama yang berat. Dengan anggaran itu, diharapkan dapat meringankan beban warga, dan bisa dikerjakan sendiri atau gotong royong keluarga.
Untuk rumah rusak berat dan hilang (hanyut) terdapat dua opsi, yakni mereka tetap menunggu di tenda dan diberikan biaya, atau pindah ke hunian sementara (Huntara) yang kini sedang dibangun sebanyak 600 unit.
Untuk opsi kedua, mereka diberikan biaya Rp1,8 juta per bulan selama tiga bulan, dan dapat diperpanjang sebagai uang untuk menunggu sampai hunian dibangun baru.
"Atau kalau mau bangun sendiri silakan membangun, diberikan dana di Rp60 juta oleh BNPB," ujarnya.
Selain itu, Tito menginginkan para agar pengungsi yang masih berada di tenda-tenda agar secepatnya untuk kembali setelah menerima dana perbaikan rumah, sehingga tidak terlalu banyak warga tinggal tempat pengungsian.
"Karena itu engak sehat, di tenda sudah mulai ada yang sakit, kemudian juga yang kasihan anak-anak bayi. Nah, untuk itu kemarin saya mengejar untuk pemerintah daerah dan sudah disampaikan oleh bupati, sedapatnya dulu sampaikan data masyarakat yang rumahnya rusak ringan dan sedang," kata Tito.
Berita Terkait
-
Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah
-
Anggaran Seret, Pemerintah Larang Pemda Rumahkan PPPK
-
Mendagri Tegaskan Komitmen Integrasikan Data Kemendagri ke Satu Data Indonesia
-
Warga Aceh Patungan Perbaiki Jembatan Enang-Enang, Satgas PRR: Keselamatan Nomor Satu
-
Mendagri Serahkan Anugerah Adinata Syariah 2026, Dorong Pemda Kembangkan Potensi Ekonomi Syariah
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Gubsu Bobby Nasution soal Penyebab Antrean BBM: Sopir Truk Tangki Pertamina Berhenti Massal
-
2 Perempuan Ditetapkan Tersangka dalam Kasus ASN Nias Tewas di Apartemen Medan
-
2 Oknum Polisi di Samosir Ditangkap Terkait Narkoba Jadi Tersangka
-
Sequis Luncurkan Asuransi Kesehatan Sequis CareIn dengan Konsep 'One Care, All In'
-
Brownies Ketan Sidoarjo Buktikan Usaha Rumahan Mampu Menembus Pasar Global