- Pemkot Binjai meminta Kementerian Keuangan mengembalikan dana transfer pusat untuk pemulihan pascabencana banjir di wilayah mereka.
- Wakil Wali Kota Binjai menyampaikan permintaan ini guna mengatasi dampak lanjutan banjir yang memerlukan penanganan serius.
- Dukungan fiskal dibutuhkan untuk memulihkan infrastruktur, pelayanan publik, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
SuaraSumut.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Binjai berharap Kementerian Keuangan dapat mengembalikan dana transfer pusat guna mendukung upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi, sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan menyeluruh.
Ia menyampaikan bahwa pasca banjir, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan genangan air yang telah surut, tetapi juga berbagai dampak lanjutan yang memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan.
"Pascabanjir yang tersisa bukan hanya genangan yang surut, tetapi juga kebutuhan besar untuk segera membenahi dampak yang ditinggalkan. Atas arahan Bapak Wali Kota Binjai, kami berharap kepada Kementerian Keuangan agar dana transfer pusat dapat dikembalikan, sehingga Pemerintah Kota Binjai memiliki ruang fiskal yang memadai untuk melakukan pemulihan secara menyeluruh," kata pria yang akrba disapa Jiji, Senin, 12 Januari 2026.
Jiji mengatakan dukungan fiskal sangat dibutuhkan untuk memastikan fungsi-fungsi dasar kota dapat kembali berjalan optimal, termasuk pemulihan infrastruktur, pelayanan publik, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
"Pemulihan ini penting agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal, sekaligus memperkuat daya dukung dan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi kondisi darurat di masa mendatang," ujarnya.
Pemkot Binjai berharap langkah tersebut dapat menjadi solusi konkret dalam mempercepat pemulihan pascabencana, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.
Berita Terkait
-
Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan
-
Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?
-
Negara Ring of Fire, Mengapa Anggaran Bencana Masih Seperti Lelucon?
-
Di Hadapan Bencana, Negara Harus Bicara tentang Mitigasi dan Tanggung Jawab
-
Prabowo Wacanakan Merger BMKG-Badan Geologi, DPR Usul BNPB Ikut Dilebur dalam Satu Kementerian
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Tak Jera, IRT di Medan Kembali Jual Ganja Padahal Baru Keluar Penjara
-
Pelaku Tawuran di Medan Jarah Beras-Motor di Warung, 1 Ditangkap
-
500 Lebih Atlet Bertanding di AHY Cup 2026, Lokot Nasution Dorong Tenis Meja Sumut Naik Kelas
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Bantu Pedagang Lepas dari Rentenir
-
Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal