- Hasanul Jihadi, kini Wakil Wali Kota Binjai, memulai karir dari latar belakang sederhana sebagai seorang peternak.
- Ia menekankan konsistensi dan memaksimalkan sumber daya sebagai kunci kesuksesan meraih tanggung jawab besar.
- Prinsip utama Hasanul dalam perjuangan hidup yang ia bagikan adalah "Man jadda wajada" (siapa bersungguh-sungguh, pasti berhasil).
SuaraSumut.id - Perjalanan hidup Hasanul Jihadi menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan fokus pada proses mampu mengantarkan seseorang pada tanggung jawab besar.
Sosok yang kini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Binjai itu dikenal memiliki latar belakang sederhana sebagai seorang peternak sebelum terjun ke dunia pemerintahan.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Hasanul Jihadi membagikan refleksi perjalanan hidup yang ia jalani.
Ia menyampaikan bahwa kehidupan terus mengalami perubahan, seiring dengan tanggung jawab yang semakin bertambah dari waktu ke waktu.
“Kehidupan terus berubah dan tanggung jawab semakin bertambah,” tulis Hasanul Jihadi.
Ia juga menekankan bahwa hidup bukan tentang siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang paling konsisten dan mampu memaksimalkan sumber daya yang dimiliki.
Menurutnya, kunci perjuangan adalah terus bergerak tanpa banyak mengeluh.
“Terkadang hidup ini tentang siapa yang konsisten, fokus dengan sumber daya yang dimiliki, terus bergerak dan jangan banyak mengeluh,” lanjutnya.
Hasanul menegaskan bahwa pesan tersebut bukanlah bentuk kesombongan atau berbesar hati atas capaian yang diraih, melainkan sebuah pengingat akan nilai perjuangan. Ia menutup pesannya dengan prinsip yang selama ini ia pegang teguh, Man jadda wajada (siapa yang bersungguh-sungguh, pasti berhasil)
“Bukan ber ‘ria’ hati, tapi Man jadda wajada. Semoga siapapun yang melihat postingan ini bisa menjadi motivasi untuk berjuang lebih gigih. Gaskeun, ojo kendorrr,” tulisnya.
Kisah Hasanul Jihadi pun mendapat respons positif dari warganet. Banyak yang menilai perjalanan dari peternak hingga menjadi Wakil Wali Kota Binjai sebagai inspirasi nyata bahwa latar belakang sederhana bukan penghalang untuk mengabdi dan memimpin.
Perjalanan hidup Hasanul Jihadi kini menjadi pengingat bahwa ketekunan, keikhlasan, dan kerja keras tetap relevan di tengah dinamika kehidupan dan tantangan zaman.
Berita Terkait
-
Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi
-
Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI
-
Jejak Kontroversi Willie Salim: dari Rendang Hilang, Giveaway Settingan hingga Viral di Bundaran HI
-
Kiky Saputri Ngenyek Rakyat Jelata dari Jet Pribadi Viral Lagi, Windah Basudara Serukan Rumbling
-
Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Revora 2026 Bakal Hadirkan 1.000 Mobil di Kawasan Lapangan Merdeka Medan, Ini Jadwal dan Keseruannya
-
150 Ribu Batang Ganja Dimusnahkan di Madina, Ladang Seluas 5 Hektar Ditemukan di Pegunungan
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki