Suhardiman
Minggu, 01 November 2026 | 21:44 WIB
Revora 2026 di Medan. [Ist]
Baca 10 detik
  • Kota Medan akan menggelar karnaval otomotif Revora 2026 di Lapangan Merdeka pada 6 November 2026.
  • Acara yang diinisiasi oleh Ari Ridwan ini menargetkan kehadiran 1.000 mobil dari berbagai merek dan jenis.
  • Kegiatan ini bertujuan mendukung UMKM otomotif serta memberikan ruang kreativitas bagi anak muda Kota Medan.

SuaraSumut.id - Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), bersiap menggelar kegiatan otomotif melalui Revora 2026. Mengusung konsep karnaval otomotif dan lifestyle, acara ini menargetkan kehadiran 1.000 mobil dari berbagai merek dan jenis kendaraan.

Revora 2026 dijadwalkan berlangsung di kawasan Lapangan Merdeka, Medan, pada Jumat, 6 November 2026, mulai pukul 18.00 hingga 00.00 WIB. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya komunitas mobil, tetapi juga ruang bagi anak muda untuk menampilkan kreativitas, membangun jejaring, serta memperkenalkan potensi industri otomotif dan ekonomi kreatif di Kota Medan.

Founder Revora, Ari Ridwan, menjelaskan bahwa nama Revora merupakan singkatan dari Revolution Aura, yang terinspirasi dari bahasa anak muda atau Generasi Z yang menggambarkan sesuatu yang luar biasa, menarik, dan mampu melampaui ekspektasi.

Menurut Ari, aura bukan sekadar berkaitan dengan kemewahan, melainkan menggambarkan sesuatu yang memiliki nilai, daya tarik, dan lahir dari kreativitas serta usaha. Sementara revolusi dalam konsep Revora lebih mengarah pada perubahan cara menghadirkan pertemuan komunitas otomotif dalam skala besar.

"Kalau disederhanakan, ini seperti nongkrong mobil akbar, khususnya untuk anak-anak Medan. Target kita bisa menghadirkan 1.000 mobil," kata Ari di Medan, Minggu (1/11/2026).

Ia mengataka panitia telah mendapatkan akses penggunaan sejumlah ruas jalan di kawasan ikonik Kota Medan, mulai dari Kesawan hingga Pos Bloc, termasuk area Lapangan Merdeka.

Pemanfaatan kawasan tersebut diharapkan menghadirkan pengalaman berbeda bagi peserta maupun masyarakat yang datang. Selain menyaksikan deretan kendaraan, pengunjung juga dapat menikmati suasana pusat kota Medan dalam balutan kegiatan otomotif dan hiburan.

Ari mengatakan, gagasan Revora sebenarnya telah dibicarakan bersama sejumlah rekannya sejak dua tahun lalu. Awalnya, mereka berencana menggelar underground car meet yang lebih menyasar kalangan komunitas otomotif.

Namun, seiring perkembangan konsep, muncul keinginan untuk menghadirkan kegiatan yang lebih terbuka dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

"Kami berpikir kenapa tidak membuat kegiatan yang bisa dinikmati semua orang di Medan. Kami ingin menggunakan kawasan yang menjadi ikon Kota Medan dan menunjukkan bahwa Medan memiliki potensi otomotif yang luar biasa serta tidak kalah dengan kota-kota lainnya," ujarnya.

Revora 2026 Buka Peluang UMKM Otomotif

Selain menjadi ajang berkumpulnya pemilik kendaraan, Revora 2026 juga membawa misi untuk memperkenalkan industri otomotif sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Ari menilai ekosistem otomotif memiliki keterkaitan dengan banyak sektor usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, ekosistem otomotif tidak hanya berkaitan dengan penjualan kendaraan atau komunitas mobil. Di dalamnya terdapat berbagai sektor usaha yang melibatkan banyak pelaku UMKM, mulai dari bengkel kecil, usaha modifikasi atau custom, hingga bisnis pendukung lainnya.

"UMKM itu tidak semuanya berbicara tentang makanan dan minuman. Bengkel kecil juga UMKM. Pelaku bisnis otomotif lainnya, usaha custom, hingga dropshipper juga bagian dari UMKM. Industri ini memiliki potensi yang sangat besar," ucapnya.

Melalui Revora, pihaknya ingin memberikan ruang bagi pelaku usaha otomotif lokal untuk memperluas jaringan, memperkenalkan produk, serta membuka peluang bisnis dan kolaborasi baru.

Load More