- Kota Medan akan menggelar karnaval otomotif Revora 2026 di Lapangan Merdeka pada 6 November 2026.
- Acara yang diinisiasi oleh Ari Ridwan ini menargetkan kehadiran 1.000 mobil dari berbagai merek dan jenis.
- Kegiatan ini bertujuan mendukung UMKM otomotif serta memberikan ruang kreativitas bagi anak muda Kota Medan.
Sementara itu, Muhammad David, pendiri sekaligus pemilik Sekata Kopi dan inisiator Sekata Media, melihat kegiatan tersebut sebagai ruang untuk mendukung perkembangan berbagai skena kreatif di Kota Medan, khususnya komunitas otomotif.
"Posisi kami di sini lebih kepada mendukung. Seperti yang biasa kami lakukan terhadap skena-skena lainnya, kami ingin memberikan support. Ketika Ari menyampaikan mimpinya untuk mengumpulkan 1.000 mobil di Medan, menurut kami itu keren dan menjadi sesuatu yang perlu didukung," ungkap David.
Semua Merek dan Jenis Mobil Bisa Ikut
Revora 2026 tidak membatasi merek maupun jenis kendaraan yang berpartisipasi. Pemilik mobil standar maupun kendaraan yang sudah dimodifikasi memiliki kesempatan yang sama untuk bergabung. Penyelenggara ingin memberikan ruang bagi setiap peserta untuk menunjukkan karakter, kreativitas, dan kebanggaan terhadap kendaraan masing-masing.
Ari menegaskan, setiap mobil memiliki nilai tersendiri bagi pemiliknya. Karena itu, panitia tidak ingin membatasi peserta berdasarkan merek, jenis, maupun tingkat modifikasi kendaraan.
"Mobilnya umum, tidak ada batasan merek atau jenis. Bahkan ada yang bertanya apakah mobil yang sudah dimodifikasi boleh ikut? Saya bilang, itu mobilmu, sesuatu yang kamu punya dan kamu banggakan. Kalau memang bagus dan keren, silakan dibawa. Kami tidak membatasi modifikasi," jelasnya.
Untuk menambah pengalaman pengunjung, Revora juga menyiapkan sejumlah aktivitas interaktif bersama brand pendukung. Salah satu kegiatan yang disiapkan adalah pemasangan aksesori atau lampu mobil secara langsung oleh sponsor pada kendaraan pengunjung yang terpilih selama acara berlangsung.
Selain itu, pengunjung dapat menikmati hiburan musik. Panitia juga menghadirkan fasilitas refleksi kaki bagi pengunjung yang ingin beristirahat setelah berkeliling menikmati deretan kendaraan. Layanan tersebut tersedia dengan pilihan gratis maupun berbayar.
Dari sisi partisipasi, penyelenggara menetapkan biaya pendaftaran peserta sebesar Rp517. Angka tersebut dipilih bukan semata-mata sebagai biaya masuk, melainkan memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan identitas Kota Medan.
"Angka itu merupakan masukan dari istri saya. Kami tidak ingin acara ini gratis karena terkadang sesuatu yang gratis dianggap sepele. Tetapi saya juga tidak mau memberatkan orang. Jadi, akhirnya muncul angka Rp517," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Kinerja ASII Kuartal III 2026: Pendapatan Tembus Rp243,9 Triliun, Bisnis Otomotif Jadi Penopang
-
GIIAS Makassar 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Merek Otomotif Global dan Kendaraan Terbaru
-
Mulai Dibahas, Pemberian Insentif untuk Mobil Hybrid Bakal Diusulkan Tahun Ini
-
PSMS Medan vs Persija Jakarta Jadi Laga Pembuka League Cup 2026, Catat Tanggalnya!
-
Penyebab Utama Mobil Listrik China Jauh Lebih Murah Ketimbang Buatan Eropa
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Revora 2026 Bakal Hadirkan 1.000 Mobil di Kawasan Lapangan Merdeka Medan, Ini Jadwal dan Keseruannya
-
150 Ribu Batang Ganja Dimusnahkan di Madina, Ladang Seluas 5 Hektar Ditemukan di Pegunungan
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki