- Aparat menggerebek markas ormas di Medan Sunggal pada Rabu, 28 Januari 2026, karena diduga dijadikan arena judi mesin.
- Polisi menangkap empat orang termasuk bandar dan pemain, sementara dua pengelola utama masih buron.
- Praktik judi yang dikelola pasangan suami istri ini menghasilkan keuntungan harian lebih dari satu juta rupiah selama tiga bulan.
SuaraSumut.id - Markas salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kecamatan Medan Sunggal, mendadak jadi sorotan setelah digerebek aparat kepolisian pada Rabu, 28 Januari 2026. Markas ormas itu diduga disalahgunakan sebagai arena perjudian mesin tembak ikan dan dingdong.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan empat orang dari dalam lokasi, yaitu MH (19) sebagai bandar atau operator mesin, TH (29) penjaga pintu, serta HS (29) dan A (57) yang berperan sebagai pemain.
Namun, pasangan suami istri yang disebut sebagai otak sekaligus pengelola utama praktik judi itu berhasil meloloskan diri dan kini berstatus buronan.
Ironisnya, lokasi perjudian tersebut diketahui merupakan kantor ormas yang seharusnya digunakan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan. Dua orang yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) masing-masing berinisial FS dan EH.
FS diketahui sebagai pemilik lokasi perjudian sekaligus menjabat sebagai ketua salah satu ormas di Kecamatan Medan Sunggal. Sementara itu, sang istri, EH, disebut berperan aktif mengelola operasional perjudian yang telah berlangsung sekitar tiga bulan terakhir.
Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, menjelaskan pembagian peran pasangan suami istri tersebut dalam bisnis ilegal yang dijalankan dari kantor ormas itu.
“FS yang merupakan ketua ormas merupakan pemilik lokasi judi. Sedangkan istrinya EH, mengelola lokasi judi serta merekrut para pekerja dan mengutip uang hasil judi," kata Calvijn kepada wartawan, Kamis, 29 Januari 2026 kemarin.
Dalam praktik sehari-hari, EH disebut mengendalikan penuh jalannya aktivitas perjudian. Mulai dari perekrutan pekerja, pengoperasian mesin, hingga pengumpulan uang dari para pemain.
“EH inilah yang mengelola, setiap hari dia datang untuk mengambil uang hasil tempat judi tersebut. Sedangkan untuk pemain yang membayar dengan cara transfer, dananya masuk langsung ke rekening atas nama EH,” ujarnya.
Dari aktivitas ilegal yang beroperasi di kantor ormas itu, pasangan tersebut diduga meraup keuntungan cukup besar setiap harinya.
“Selam tiga bulan terakhir ini, keduanya dapat meraup keuntungan dari para pemain judi lebih dari satu juta rupiah setiap harinya,” katanya.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Waspada Cuci Uang Bermodus Aset Digital, IMC Usul Judol Masuk RUU Perampasan Aset
-
Tempat Kerja Ditutup dan Ditembok, Ratusan Karyawan Club de Arjuna Mengadu ke Balai Kota
-
Markas Judi Superketat di Malaysia Digerebek: 9 WNI Ikut Diciduk, 7 Paspor Indonesia Disita
-
Cara Hapus Jejak Data KTP yang Terindikasi Judol dan Pinjol
-
Pilkades Serentak Bekasi Digelar, Polisi Buru Para Botoh Judi
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Anggota DPRD Madina Ditikam Usai Reses, Pelaku Ditangkap
-
Air Rumah Keruh? Ini 4 Cara Ampuh Bikin Jernih Lagi
-
5 Kulit Buah yang Bisa Dimakan dan Kaya Nutrisi, Apa Saja?
-
Sinergi Imigrasi dan Pemasyarakatan Sumut Sukses Kawal SKD Poltekimipas 2026
-
Pria di Labura Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk di Kebun Sawit