- Ramadan 2026 di Arab Saudi diperkirakan lebih sejuk dengan durasi puasa 12-13 jam karena jatuh di musim dingin.
- Penetapan resmi awal Ramadan 2026 tetap menunggu pengamatan hilal pada Februari 2026 sesuai tradisi setempat.
- Pakar menjelaskan bahwa purnama Februari disebut "Bulan Salju" berdasarkan tradisi, bukan istilah ilmiah astronomi.
SuaraSumut.id - Ramadan 2026 diperkirakan akan membawa pengalaman ibadah yang lebih ringan bagi umat Muslim di Arab Saudi. Sebab, bulan suci tersebut diperkirakan jatuh pada musim dingin, sehingga durasi puasa harian menjadi lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pakar astronomi Arab Saudi, Abdullah Al-Mosned, menyebutkan bahwa waktu puasa selama Ramadan 2026 diperkirakan hanya berkisar antara 12 hingga 13 jam per hari di berbagai wilayah Arab Saudi.
Ramadan yang berlangsung di musim dingin memberikan sejumlah keuntungan baik dari sisi fisik maupun spiritual.
Suhu yang lebih sejuk diperkirakan akan memberikan kenyamanan lebih bagi umat Muslim, baik saat berpuasa di siang hari maupun ketika melaksanakan ibadah malam seperti salat Tarawih.
Durasi puasa yang lebih pendek juga dinilai dapat membantu menjaga stamina jamaah, terutama bagi mereka yang menjalankan aktivitas harian di luar ruangan.
Awal Ramadan Tetap Tunggu Hilal
Melansir dari situs himpun, meski secara astronomi telah diproyeksikan, penetapan awal Ramadan 2026 tetap menunggu hasil pengamatan hilal. Penentuan resmi diperkirakan dilakukan pada Februari 2026, sesuai dengan tradisi yang berlaku di Arab Saudi.
Asosiasi Astronomi Jeddah juga telah menyampaikan perkiraan terkait kemunculan hilal Ramadan berdasarkan perhitungan astronomi.
Disebutkan bahwa Februari menjadi salah satu bulan yang kaya fenomena astronomi. Beragam peristiwa langit menjadikan bulan ini menarik bagi pengamat astronomi untuk memantau bulan, planet, dan bintang.
Namun, pengamatan benda langit yang redup diperkirakan akan terpengaruh pada pekan pertama Februari akibat cahaya bulan yang sangat terang. Hal ini terjadi karena bulan berada pada fase purnama pada 1 Februari.
Ketua Asosiasi Astronomi Jeddah, Majid Abu Zahrah, menjelaskan bahwa istilah “Bulan Salju” yang kerap digunakan untuk menyebut purnama Februari bukanlah istilah ilmiah dalam astronomi.
Ia menyebut istilah tersebut berasal dari tradisi sebagian masyarakat asli Amerika Utara yang mengaitkannya dengan musim salju, dan tidak memiliki dasar ilmiah dalam kajian astronomi modern.
Penjelasan Ilmiah Pergerakan Bulan
Abu Zahrah mengatakan bahwa dalam astronomi, bulan diklasifikasikan berdasarkan posisi geometrisnya terhadap Matahari dan Bumi. Fase purnama, misalnya, terjadi ketika bulan berada pada sudut elongasi sekitar 180 derajat dari Matahari.
Penamaan tradisional tidak memengaruhi sifat fisik bulan maupun cara pengamatannya. Musim, cuaca, dan lokasi geografis juga tidak menentukan fase bulan.
Berita Terkait
-
Profil Timnas Arab Saudi: Elang Hijau Siap Bikin Kejutan Lagi di Piala Dunia 2026
-
Kapan Tanggal 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah? Ini Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026
-
Terpopuler: Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026, Top 5 Moisturizer yang Mencerahkan Wajah
-
Kapan Mulai Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026? Ini Jadwal Berpuasa di Bulan Dzulhijjah
-
Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah 10 Hari Pertama, Kapan Jadwal Mulai Berpuasa?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Skandal QRIS Rp2,5 Miliar di Medan, Korban Minta Keadilan
-
Balita di Langkat Dianiaya Ayah Tiri, Pelaku Ditangkap
-
Geger! Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Sungai Langkat, Polisi Selidiki
-
Promo Alfamart Hari Ini 8 Mei 2026, Diskon Hemat Camilan hingga Minuman
-
Pria di Simalungun Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Dipicu Diputuskan Pacar