- Muhammadiyah melaksanakan tarawih 11 rakaat (8 tarawih dan 3 witir) berdasarkan hadis praktik langsung Rasulullah SAW.
- Nahdlatul Ulama umumnya melaksanakan 23 rakaat (20 tarawih dan 3 witir) mengacu praktik sahabat era Umar bin Khattab.
- Perbedaan jumlah rakaat ini bersumber dari metode istinbath hukum berbeda antara kedua organisasi Islam tersebut.
SuaraSumut.id - Perbedaan jumlah rakaat salat tarawih antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) selalu menjadi pembahasan menarik setiap bulan Ramadan. Muhammadiyah menetapkan 11 rakaat, sedangkan NU umumnya melaksanakan 23 rakaat.
Perbedaan ini bukan sekadar variasi teknis, tetapi berkaitan dengan metode istinbath hukum (penggalian hukum) yang berbeda dalam tradisi fikih Islam.
Muhammadiyah: Tarawih 11 Rakaat
Melansir situs FMIPA Unesa, Muhammadiyah menetapkan salat tarawih 11 rakaat, yang terdiri dari 8 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir. Dasar utamanya adalah hadis dari Aisyah r.a yang tercantum dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.
Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa Rasulullah tidak pernah menambah salat malam lebih dari sebelas rakaat, baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan. Muhammadiyah memahami tarawih sebagai bagian dari qiyamul lail, sehingga jumlah rakaatnya mengikuti praktik langsung Nabi.
Nahdlatul Ulama: Tarawih 23 Rakaat
Berbeda dengan Muhammadiyah, NU melaksanakan 23 rakaat, terdiri dari 20 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir. Rujukan utamanya adalah praktik para sahabat pada masa Khalifah Umar bin Khattab.
Riwayat tentang pelaksanaan 20 rakaat ini antara lain terdapat dalam Al-Muwatta karya Imam Malik. Umar mengumpulkan kaum Muslimin untuk melaksanakan tarawih berjamaah dengan jumlah tersebut, dan praktik ini diterima luas oleh para sahabat tanpa penolakan.
NU juga berpegang pada hadis yang diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud yang menganjurkan umat Islam mengikuti sunnah Nabi dan Khulafaur Rasyidin.
NU memandang praktik tersebut sebagai bagian dari sunnah Khulafaur Rasyidin dan telah menjadi kesepakatan para sahabat (ijma’), serta diperkuat oleh pendapat mayoritas ulama mazhab, khususnya mazhab Syafi’i.
Perbedaan Metode, Bukan Soal Benar atau Salah
Perbedaan jumlah rakaat tarawih antara Muhammadiyah dan NU bukanlah persoalan benar atau salah, melainkan perbedaan dalam metode pengambilan hukum (ijtihad).
- Muhammadiyah lebih menekankan praktik Nabi secara langsung berdasarkan hadis.
- NU menekankan praktik sahabat dan tradisi mazhab fikih yang berkembang dalam sejarah Islam.
Dalam khazanah fikih Islam, perbedaan seperti ini termasuk wilayah khilafiyah yang dibenarkan. Umat Islam dapat menjalankan salah satu pendapat dengan tetap menjaga sikap saling menghormati.
Perbedaan jumlah rakaat salat tarawih Muhammadiyah dan NU menunjukkan kekayaan khazanah fikih Islam. Muhammadiyah menetapkan 11 rakaat, sedangkan NU melaksanakan 23 rakaat. Keduanya memiliki dasar dalil yang kuat dan telah dipraktikkan secara luas di Indonesia.
Dengan memahami landasan masing-masing, umat Islam diharapkan dapat menyikapi perbedaan ini dengan bijak dan tetap menjaga persatuan selama bulan suci Ramadan.
Tag
Berita Terkait
-
Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Tata Cara Sholat Idul Adha 2026 menurut NU dan Muhammadiyah
-
SRAWUNG CAMP 2026: Menumbuhkan Kebersamaan dan Potensi Generasi Muda
-
Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Karhutla di Paluta Hanguskan 5 Hektare, Penyebab Masih Diselidiki
-
Siswa Asal Sumut-Aceh Raih Beasiswa Kuliah dari Telkomsel
-
15 Juta Warga Britania Raya Alami Gangguan Kesehatan Akibat Gelombang Panas
-
5 Cara Ampuh Bikin Nyamuk Tak Betah di Rumah, Dijamin Bebas Gigitan
-
BRI KKB Expo 2026 Digelar di 131 Lokasi, Nikmati Bunga Mulai 1,80% Flat