- Warga korban banjir bandang Tapsel, Nurhaida Zega, menuduh Kepala Desa Aek Ngadol menahan ATM dan buku rekening bantuan bencana miliknya.
- Nurhaida menyerahkan dokumen bank tersebut karena terkejut pascabencana, kini meminta pengembalian dokumen itu segera.
- Hingga berita dimuat, Kepala Desa Aek Ngadol belum memberikan keterangan resmi mengenai tuduhan penahanan aset korban tersebut.
SuaraSumut.id - Nurhaida Zega, warga Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batang Toru, Tapanbuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, yang menjadi korban bencana banjir bandang, mengaku buku rekening dan kartu ATM bantuan bencana miliknya ditahan oleh kepala desa (kades).
Nurhaida menyampaikan keberatannya karena merasa tidak ada hak pihak desa untuk menahan dokumen perbankan tersebut, terlebih bantuan itu ditujukan langsung kepada korban terdampak.
Dalam keterangannya, Nurhaida Zega menuturkan bahwa awalnya ia menyerahkan buku rekening dan ATM kepada kepala desa karena masih dalam kondisi terkejut usai bencana.
“Amanah begitu di sana amanahnya. Jadi saya tidak mau, Pak Kepala Desa, nanti ini merembet ke atas nama saya. Itu yang saya ucapkan," katanya dilihat dari unggahan facebook Sabar M Sitompul, Jumat 20 Februari 2026.
"Darimanalah buku rekening saya itu dengan ATM? Karena enggak ada hak kepala desa menahan itu. Saya sudah belajar terhadap orang,” sambungnya.
Ia menjelaskan, penyerahan tersebut dilakukan tanpa mengetahui secara pasti prosedur yang seharusnya berlaku.
“Kemarin saya, saya kasih sama Pak Kepala Desa karena saya belum tahu, saya masih terkejut,” kata Nurhaida.
Kini, Nurhaida meminta agar buku rekening dan kartu ATM bantuan bencana tersebut segera dikembalikan kepadanya.
“Jadi sekarang saya minta tolong sama Pak Kepala Desa, berikan saya buku ATM,” tegasnya.
Sampai berita ini dimuat belum ada keterangan resmi dari Kepala Desa Aek Ngadol terkait tudingan penahanan buku rekening dan ATM bantuan bencana tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Viral Hari Ini, Hilang Esok Hari: Mengapa Kita Sering Terjebak 'Lupa' pada Masalah?
-
Harga Material Naik, Bantuan Rumah Korban Banjir Sumatra Diusul Jadi Rp80 Juta
-
Ada Bukti CCTV! Korban Pencurian di Jakpus Protes Kasus Malah Dihentikan Polisi
-
Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Ayah Penelantar Anak di Aceh Dihukum Bersihkan Masjid 100 Jam
-
Dukung Gelaran Internasional, Kanwil Imigrasi Sumut Terima Audiensi Ikatan Motor Indonesia
-
Pilu Driver Ojol Disabilitas di Medan, Ditabrak Angkot - Motor Dibawa Kabur Maling
-
Duduk Santai di Rel, Wanita 55 Tahun Tewas Tertabrak Kereta Api di Medan
-
6 Hari Penuh Harapan Berakhir Duka, Korban Hanyut di Sungai Lau Biang Ditemukan Tewas