- Pemprov Sumut melalui Disnaker membuka program magang ke Jepang untuk mengurangi pengangguran, dengan pendaftaran melalui aplikasi maganghub.kemenaker.go.id.
- Program IM Jepang dibuka dua kali setahun, April dan September, dengan seleksi kemampuan akademik, fisik, serta bahasa Jepang bagi peserta.
- Ada jalur mandiri melalui LPK dengan biaya Rp42 juta, dan Pemprov berupaya memfasilitasi KUR melalui Bank Sumut bagi peserta jalur LPK.
SuaraSumut.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumut membuka kesempatan magang kerja, baik nasional maupun internasional ke Jepang.
Bagi yang berminat dapat mendaftar melalui aplikasi milik Kementerian Ketenagakerjaan, yaitu maganghub.kemenaker.go.id.
Peserta akan melalui proses seleksi oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Peserta yang lolos akan diumumkan dan ditempatkan di perusahaan yang telah terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP).
“Yang lolos akan bekerja di perusahaan yang sudah ditentukan selama 6 bulan, dan seluruh biaya magang ditanggung oleh negara. Setelah itu kita berharap dia bisa tetap melanjutkan bekerja di perusahaan tersebut,” kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumut, Yuliani Siregar, kemarin.
“Program magang ada yang di dalam negeri dan ada yang magang ke luar negeri yakni ke Jepang. Kesempatan ini kita buka untuk mengurangi angka penangguran di Sumatera Utara,” sambungnya.
Selain magang nasional, Disnaker Sumut juga membuka program magang ke Jepang melalui kerja sama pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jepang (IM Jepang). Program ini dibuka dua kali dalam setahun, yakni pada April dan September, dengan kuota masing-masing gelombang sebanyak 200 orang. Pendaftaran untuk gelombang April telah dibuka dan dapat dilakukan langsung di kantor Disnaker Sumut.
Peserta akan diseleksi berdasarkan kemampuan akademik seperti matematika, kemampuan fisik, serta kemampuan berbahasa Jepang.
“Untuk magang kerja melalui seleksi Disnaker tidak dipungut biaya apapun, baik saat pengujiannya maupun pelatihannya nanti, karena setelah dinyatakan lolos di tingkat pusat oleh Kementerian Ketenagakerjaan, maka seluruh biaya mereka di Jepang akan ditanggung oleh perusahaan yang menerima magang,” ujar Yuliani.
Masyarakat juga dapat mengikuti program magang ke Jepang melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Saat ini terdapat 40 LPK terdaftar di Sumut, namun hanya 11 LPK yang memiliki kewenangan mengirim peserta magang ke Jepang. Melalui jalur ini, peserta menanggung biaya sendiri sebesar Rp42 juta yang mencakup biaya keberangkatan, pelatihan, dan kemahiran bahasa Jepang.
“Selama ini masyarakat kita yang berkeinginan magang ke Jepang rata-rata dari kalangan menengah ke bawah. Kita sampaikan ke pak Gubernur bagaimana agar Pemprov Sumut melalui Bank Sumut dapat mengucurkan KUR untuk masyarakat yang akan magang ke Jepang melalui LPK,” jelasnya
Disnaker Sumut juga telah berkoordinasi dengan Bank Sumut untuk membahas formulasi pinjaman yang tepat.
“Saat ini sedang dalam pembahasan mekanismenya bagaimana, penjaminnya seperti apa, jangan sampai nanti kredit macet. Kita berharap dari pinjaman ini anak-anak yang mau magang bisa berangkat ke Jepang, sehingga bisa mengurangi angka pengangguran kita di Sumut,” cetus Yuliani seraya menyebutkan bahwa skema serupa telah diterapkan di Jawa Barat, Bali, dan Jawa Timur.
Program magang dinilai efektif menekan angka pengangguran di Sumatera Utara. Saat ini jumlah pengangguran tercatat sebanyak 448 ribu orang, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 458 ribu orang. Peserta magang ke Jepang selama tiga hingga lima tahun diharapkan dapat kembali ke Indonesia dengan keterampilan yang meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Kita berharap apa yang mereka peroleh di Jepang dapat dikembangkan di Sumatera Utara, seperti sistem pertanian, sehingga Sumut juga bisa bangkit. Ada alumni yang sudah magang ke Jepang, kembali ke Sumut dan bekerjasama dengan kelompok tani di Tapanuli Utara, mereka sukses mengembangkan pertanian cabai,” katanya.
Ke depan, Disnaker bersama Dinas Pendidikan dan LPK akan memberikan pembekalan awal terkait program magang Jepang kepada siswa SMA dan SMK di Sumut.
Berita Terkait
-
PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas
-
KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Jalan Sumut, Salah Satunya dari BBPJN
-
Gubsu Bobby Nasution Gandeng Kejati Sumut Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah
-
Lantik 188 Pejabat, Wagub Sumut Tekankan Kolaborasi dan Sinergi dalam Bekerja
-
Pemulihan Pascabencana di Sumatera Terus Dikebut, Listrik dan 11.143 BTS Pulih 100 Persen
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
BRI Manfaatkan Momentum MotoGP Mandalika 2026 untuk Dongkrak Ekonomi Lokal
-
Hujan Deras Picu Banjir di Binjai dan Langkat, Ribuan Warga Terdampak
-
Bareskrim Polri-Polrestabes Medan Gerebek THM, Vape Narkoba Disita
-
PLTU Sumut-1 Bisa Bebani Negara Rp4,8 Triliun, Energi Bersih Terbarukan Jadi Solusi?
-
Ruben Onsu Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Fitnah ke Polda Metro Jaya