Suhardiman
Senin, 23 Februari 2026 | 13:29 WIB
Ilustrasi secangkir kopi hangat menemani suasana berbuka puasa yang tenang. [Gemini Ai]
Baca 10 detik
  • Konsumsi kopi saat puasa perlu strategi karena kafein meningkatkan buang air kecil dan memicu asam lambung.
  • Waktu ideal minum kopi adalah setelah berbuka, tidak saat sahur, serta perlu diimbangi air putih yang cukup.
  • Sebaiknya batasi konsumsi satu cangkir saja per hari dan pilih jenis kopi yang lebih ramah lambung.

SuaraSumut.id - Ngopi saat puasa sering menjadi dilema bagi pecinta kopi. Di satu sisi, kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas harian. Di sisi lain, konsumsi yang kurang tepat bisa memicu dehidrasi, asam lambung naik, hingga gangguan tidur.

Lalu, bagaimana cara tetap menikmati kopi tanpa mengganggu kesehatan dan kualitas ibadah? Berikut tips ngopi saat puasa agar tetap sehat dan nikmat.

Mengapa Ngopi Saat Puasa Perlu Strategi?

Kopi mengandung kafein yang bersifat diuretik ringan, artinya dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Saat puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama lebih dari 12 jam. Jika konsumsi kopi tidak diatur, risiko dehidrasi bisa meningkat.

Selain itu, kopi juga dapat merangsang produksi asam lambung. Bagi penderita maag atau gerd, minum kopi saat perut kosong ketika berbuka dapat memicu rasa tidak nyaman.

Namun, bukan berarti Anda harus berhenti total. Kuncinya adalah waktu, jumlah, dan jenis kopi yang dikonsumsi.

1. Minum Kopi Setelah Berbuka, Bukan Saat Sahur

Tips pertama dan paling penting dalam ngopi saat puasa adalah memilih waktu yang tepat. Hindari minum kopi saat sahur karena dapat mempercepat rasa haus di siang hari.

Waktu terbaik minum kopi adalah:

  • 1–2 jam setelah berbuka
  • Setelah makan malam ringan
  • Tidak terlalu dekat dengan waktu tidur

Dengan cara ini, tubuh sudah mendapatkan cairan dan nutrisi terlebih dahulu sebelum menerima asupan kafein.

2. Pilih Jenis Kopi yang Lebih Ramah Lambung

Tidak semua kopi berefek sama. Jika ingin tetap sehat saat puasa, pilih:

  • Cold brew (kadar asam lebih rendah)
  • Kopi dengan kadar kafein moderat
  • Hindari tambahan gula berlebih

Mengurangi gula juga penting agar kadar gula darah tetap stabil selama Ramadan.

3. Batasi Konsumsi, Jangan Berlebihan

Batas aman konsumsi kafein harian bagi orang dewasa umumnya sekitar 200–400 mg per hari (setara 1–2 cangkir kopi). Saat puasa, sebaiknya cukup 1 cangkir saja. Minum kopi berlebihan saat puasa bisa menyebabkan:

  • Jantung berdebar
  • Gangguan tidur
  • Asam lambung naik
  • Tubuh terasa lemas keesokan harinya

Moderasi adalah kunci agar tips ngopi saat puasa tetap sehat bisa diterapkan secara konsisten.

4. Imbangi dengan Air Putih yang Cukup

Setiap minum kopi, imbangi dengan konsumsi air putih yang cukup saat malam hari. Terapkan pola 2-4-2:

  • 2 gelas saat berbuka
  • 4 gelas antara berbuka dan sahur
  • 2 gelas saat sahur

Hidrasi optimal membantu tubuh tetap bugar dan mengurangi efek diuretik kopi.

5. Perhatikan Kualitas Tidur

Kafein bisa bertahan dalam tubuh selama 6–8 jam. Jika Anda tidur pukul 22.00, sebaiknya konsumsi kopi maksimal pukul 16.00–17.00 atau tidak terlalu malam setelah tarawih. Tidur yang cukup akan membantu metabolisme tetap stabil dan menjaga stamina selama puasa.

Menjalani Ramadan bukan berarti harus meninggalkan kebiasaan minum kopi sepenuhnya. Dengan memahami tips ngopi saat puasa, Anda tetap bisa menikmati aroma dan cita rasa favorit tanpa mengorbankan kesehatan.

Load More