- BPTUHPT Siborongborong memantau harga dan pasokan daging ayam serta telur di Tapanuli Utara dan Toba sejak 1 Maret 2026.
- Harga daging ayam di kedua kabupaten tersebut berada di kisaran Rp34.000–Rp37.000 per kilogram, di bawah Harga Acuan Pemerintah.
- Kondisi pasokan dan distribusi pangan hewani di Tapanuli Utara dan Toba dinyatakan terkendali menjelang Idulfitri 2026.
SuaraSumut.id - Harga dan pasokan daging ayam di Kabupaten Tapanuli Utara dan Toba, Sumatera Utara, dalam kondisi terkendali. Hal ini dikarenakan ketersediaan mencukupi serta distribusi berjalan lancar di tingkat peternak dan pasar.
"Kementerian Pertanian melalui Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Siborongborong terus memantau harga dan ketersediaan pangan hewani saat Ramadhan dan menjelang Idulfitri 2026," kata Kepala BPTUHPT Siborongborong Kementen Yude Maulana Yusuf, melansir Antara, Minggu, 1 Maret 2026.
Yude mengatakan pihaknya turun langsung ke pasar-pasar tradisional di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Toba untuk memastikan pasokan dan harga daging ayam serta telur. Hal itu bertujuan memberikan gambaran riil kondisi pasar sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
"Kami ingin memastikan stok tersedia, distribusi lancar, dan harga bergerak dalam rentang yang wajar menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya.
Di Kabupaten Tapanuli Utara, tepatnya di Kecamatan Siborongborong dan di Pasar Tradisional Tarutung, harga daging ayam berada pada kisaran Rp34.000–Rp37.000 per kilogram.
Jika dibandingkan dengan harga acuan penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah, harga ayam sebesar Rp40.000 per kilogram, sehingga harga pangan strategis tersebut masih berada di bawah acuan.
Telur ayam ras Tapanuli Utara dan Toba masih berkisar Rp32.000–Rp35.000 per kilogram, meskipun ada kenaikan sekitar 0,85 persen namun relatif dekat dengan HAP Rp30.000 per kilogram.
Hasil peninjauan menjadi dasar optimisme bahwa kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, sekaligus menjadi referensi dalam menjaga stabilitas harga dan keamanan pangan di wilayah tersebut.
Berita Terkait
-
Bapenda Sumut Jemput Bola, Permudah Warga Bayar Pajak Lewat Operasi Sadar Pajak
-
Direktur PT TPL Jadi Tersangka Korupsi Rp2 Triliun! Diduga Manipulasi Harga Pupl dan Suap Pajak
-
Manipulasi Kode Produk hingga Suap Pemeriksa Pajak, Direktur TPL Jadi Tersangka
-
Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca
-
Kabar Mahasiswa Malaysia Bawa 4 Kg Sabu di Tanjung Balai Terbantahkan, Fakta Aslinya Mengejutkan
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Pekerja Tewas di Tambang Emas Ilegal Madina
-
BRI Perluas Akses Keuangan, Dukung UMKM dan Pemberdayaan Ekonomi Desa
-
Psikolog Ungkap Cara Orang Tua Tetap Bisa Me Time Tanpa Abaikan Keselamatan Anak
-
Pasar Murah Aceh Barat Sediakan 420 Paket Sembako, Berikut Isi dan Rincian Harganya
-
Diduga Korupsi KUR Bank Pelat Merah, Kejari Tanjungbalai Tetapkan 2 Tersangka