Suhardiman
Minggu, 01 Maret 2026 | 14:55 WIB
Ilustrasi daging ayam. (Sumber: Shutterstock)
Baca 10 detik
  • BPTUHPT Siborongborong memantau harga dan pasokan daging ayam serta telur di Tapanuli Utara dan Toba sejak 1 Maret 2026.
  • Harga daging ayam di kedua kabupaten tersebut berada di kisaran Rp34.000–Rp37.000 per kilogram, di bawah Harga Acuan Pemerintah.
  • Kondisi pasokan dan distribusi pangan hewani di Tapanuli Utara dan Toba dinyatakan terkendali menjelang Idulfitri 2026.

SuaraSumut.id - Harga dan pasokan daging ayam di Kabupaten Tapanuli Utara dan Toba, Sumatera Utara, dalam kondisi terkendali. Hal ini dikarenakan ketersediaan mencukupi serta distribusi berjalan lancar di tingkat peternak dan pasar.

"Kementerian Pertanian melalui Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Siborongborong terus memantau harga dan ketersediaan pangan hewani saat Ramadhan dan menjelang Idulfitri 2026," kata Kepala BPTUHPT Siborongborong Kementen Yude Maulana Yusuf, melansir Antara, Minggu, 1 Maret 2026.

Yude mengatakan pihaknya turun langsung ke pasar-pasar tradisional di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Toba untuk memastikan pasokan dan harga daging ayam serta telur. Hal itu bertujuan memberikan gambaran riil kondisi pasar sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

"Kami ingin memastikan stok tersedia, distribusi lancar, dan harga bergerak dalam rentang yang wajar menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya.

Di Kabupaten Tapanuli Utara, tepatnya di Kecamatan Siborongborong dan di Pasar Tradisional Tarutung, harga daging ayam berada pada kisaran Rp34.000–Rp37.000 per kilogram.

Jika dibandingkan dengan harga acuan penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah, harga ayam sebesar Rp40.000 per kilogram, sehingga harga pangan strategis tersebut masih berada di bawah acuan.

Telur ayam ras Tapanuli Utara dan Toba masih berkisar Rp32.000–Rp35.000 per kilogram, meskipun ada kenaikan sekitar 0,85 persen namun relatif dekat dengan HAP Rp30.000 per kilogram.

Hasil peninjauan menjadi dasar optimisme bahwa kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, sekaligus menjadi referensi dalam menjaga stabilitas harga dan keamanan pangan di wilayah tersebut.

Load More