Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:09 WIB
Ilustrasi jagung yang siap dikonsumsi. [Freepik]
Baca 10 detik
  • Bulog Sumut serap 1.784 ton jagung hingga Maret 2026.

  • Harga pasar lebih tinggi dari harga pembelian Bulog.

  • Stok jagung 3.792 ton siap dukung program SPHP.

SuaraSumut.id - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mencatat capaian serapan jagung pipil Bulog Sumut sebanyak 1.784 ton sepanjang Januari hingga 20 Maret 2026.

Peningkatan ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah harga jagung yang relatif tinggi di tingkat pasar.

Pemimpin Kantor Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengungkapkan bahwa serapan jagung pipil Bulog Sumut terus mengalami peningkatan signifikan pada Maret.

Kondisi ini didorong oleh sejumlah daerah yang mulai memasuki masa panen, sehingga pasokan dari petani meningkat.

Beberapa wilayah yang menjadi penyumbang utama dalam serapan jagung pipil Bulog Sumut antara lain Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Karo, Kabupaten Padang Lawas, dan Kabupaten Batu Bara.

Panen di daerah-daerah tersebut membuat distribusi jagung ke Bulog semakin lancar dalam beberapa pekan terakhir.

"Realisasi penyerapan jagung pipil terus meningkat pada Maret ini," ujar Budi, Sabtu (21/3/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan serapan juga tidak terlepas dari kolaborasi dengan Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan jajarannya. Penyerapan dilakukan melalui kerja sama di tingkat polres dengan melibatkan petani setempat.

"Penyerapan jagung pipil yang dilakukan tersebut dilaksanakan di setiap polres bekerja sama dengan petani setempat, dan selebihnya pihak lain," tuturnya.

Meski demikian, Budi mengakui bahwa penyerapan belum mencapai titik maksimal. Hal ini dipengaruhi oleh harga jagung di pasar yang berada di kisaran Rp 6.700 hingga Rp 7.000 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan harga pembelian Bulog sebesar Rp6.400 per kilogram di tingkat petani.

Harga pembelian tersebut mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Gabah dan Beras yang berlaku sejak 15 Januari 2025.

Ke depan, Bulog melihat potensi tambahan pasokan dari sejumlah daerah lain seperti Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi, dan Kabupaten Pakpak Bharat yang diperkirakan memasuki masa panen pada Maret 2026.

Saat ini, total stok jagung di gudang Bulog Sumatera Utara mencapai 3.792 ton. Persediaan tersebut disiapkan untuk mendukung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), khususnya bagi peternak ayam petelur di wilayah tersebut.

"Secara total stok di gudang sebanyak 3.792 ton. Jumlah itu bisa untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak ayam petelur," ucapnya.

Bulog kini menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait penyaluran jagung dalam program SPHP. Dengan kondisi stok yang tersedia, serapan jagung pipil Bulog Sumut diharapkan dapat terus meningkat dan mendukung kebutuhan pangan di daerah. (Antara)

Load More