Suhardiman
Senin, 23 Maret 2026 | 15:33 WIB
Suasana di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. [Ist]
Baca 10 detik
  • Puncak arus balik Lebaran 2026 di Bandara Kualanamu diprediksi pada 29 Maret 2026, melibatkan estimasi 26.495 penumpang.
  • Kinerja operasional mudik menunjukkan tren positif, dengan pergerakan penumpang 208.030 orang, melampaui capaian 2019 sebesar 102,6%.
  • Destinasi favorit dari Kualanamu didominasi rute domestik dan regional seperti Jakarta, Kuala Lumpur, Penang, Batam, dan Singapura.

SuaraSumut.id - PT Angkasa Pura Aviasi memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, akan jatuh pada tanggal 29 Maret 2026.

Tanggal tersebut bertepatan dengan H+7 setelah perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, menandai berakhirnya periode libur panjang bagi banyak masyarakat.

“Berdasarkan data prognosa, puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+7 atau 29 Maret 2026, dengan estimasi pergerakan penumpang mencapai 26.495 orang," kata Plt Director of Operation & Services PT Angkasa Pura Aviasi, Dedy Sri Cahyono, Senin, 23 Maret 2026.

"Kami telah menyiapkan langkah antisipatif guna memastikan kelancaran operasional pada periode tersebut,” ujarnya.

Kinerja operasional Bandara Kualanamu selama periode Posko Angkutan Lebaran 2026 (H-8 hingga H) menunjukkan tren yang positif dan stabil dibandingkan periode sebelumnya, khususnya pada pergerakan penumpang serta operasional penerbangan.

Berdasarkan data operasional periode 13–21 Maret 2026, total realisasi penerbangan mencapai 1.464 pergerakan, tetap terjaga dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar 1.464 pergerakan, mencerminkan stabilitas operasional selama periode angkutan Lebaran.

Pergerakan penumpang tercatat sebesar 208.030 orang, menunjukkan mobilitas masyarakat yang tetap tinggi selama periode mudik. Capaian ini juga memperlihatkan tingkat pemulihan yang kuat dengan realisasi mencapai 102,6 persen dibandingkan kondisi tahun 2019 atau periode sebelum pandemi.

Di sisi kargo, realisasi tahun 2026 tercatat sebesar 1.295 ton. Secara umum, kinerja kargo masih berada pada jalur pemulihan yang baik dengan tingkat recovery mencapai 139,5% terhadap capaian tahun 2019, menandakan aktivitas logistik tetap terjaga selama periode Lebaran.

Secara operasional, tingkat utilisasi bandara menunjukkan performa yang solid, antara lain realisasi penerbangan mencapai 94,8% dari total jadwal penerbangan, pergerakan penumpang mencapai 88,4% dari kapasitas kursi tersedia.

"Kinerja ini menunjukkan optimalnya koordinasi operasional serta kesiapan fasilitas dalam mengakomodasi peningkatan mobilitas masyarakat selama musim mudik" ujarnya.

Selain itu, berdasarkan data trafik, rute dengan tingkat utilisasi tertinggi selama periode angkutan Lebaran didominasi oleh destinasi domestik dan regional.

Adapun top lima destinasi dari Bandara Kualanamu meliputi Jakarta, Kuala Lumpur, Penang, Batam, dan Singapura. Dominasi rute tersebut mencerminkan tingginya konektivitas Kualanamu sebagai hub utama wilayah barat Indonesia, baik untuk perjalanan domestik maupun
internasional.

Dedy Sri Cahyono, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan tren pemulihan transportasi udara yang terus berlanjut.

“Trafik Angkutan Lebaran tahun ini menunjukkan kinerja yang baik dan stabil. Tingkat pemulihan yang telah melampaui periode pra-pandemi menjadi indikator meningkatnya mobilitas masyarakat serta kepercayaan terhadap transportasi udara,” kata Dedy.

Selain memastikan kelancaran operasional, Bandara Kualanamu juga menghadirkan nuansa Lebaran bagi para pengguna jasa melalui berbagai kegiatan pelayanan dan budaya di terminal penumpang. Pada H-2 Lebaran, penumpang disuguhkan persembahan
tarian sufi sebagai bagian dari aktivasi layanan tematik Ramadan dan Idulfitri.

Sementara itu, setelah pelaksanaan Sholat Idulfitri, bandara juga menggelar kegiatan Halal Bihalal di area terminal penumpang sebagai momentum mempererat kebersamaan antara pengguna jasa, stakeholder, dan insan kebandarudaraan.

Load More