- Penyebab utama air toren kotor meliputi endapan lumpur, pertumbuhan lumut karena sinar matahari, dan bakteri pengap.
- Membersihkan toren memerlukan langkah mengosongkan air, menyikat dinding, mendesinfeksi dengan larutan aman, lalu membilas tuntas.
- Perawatan berkala minimal tiga hingga empat bulan diperlukan, disertai penutupan rapat dan penempatan di area teduh.
SuaraSumut.id - Toren air yang lama tidak dipakai sering menjadi penyebab air keruh, berbau, bahkan berlumut. Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berisiko bagi kesehatan keluarga.
Untungnya, ada beberapa cara mengatasi toren air kotor setelah lama tidak dipakai yang bisa dilakukan dengan mudah di rumah tanpa harus selalu memanggil teknisi.
Penyebab Toren Air Menjadi Kotor Setelah Lama Tidak Digunakan
Sebelum membersihkan toren, penting memahami sumber masalahnya. Beberapa penyebab paling umum antara lain:
- Endapan lumpur dan pasir dari sumber air
- Pertumbuhan lumut akibat paparan sinar matahari
- Bakteri dari air yang mengendap terlalu lama
- Tutup toren tidak rapat sehingga kemasukan debu atau serangga
Jika toren dibiarkan lama tanpa perawatan, lumut dapat berkembang dan menyebabkan air berubah warna serta berbau tidak sedap. Bahkan dalam beberapa kasus dapat memicu gangguan kesehatan seperti iritasi kulit atau masalah pencernaan.
Cara Mengatasi Toren Air Kotor Setelah Lama Tak Dipakai
Berikut langkah praktis yang bisa Anda lakukan:
1. Kosongkan Air di Dalam Toren
Langkah pertama adalah mematikan pompa air lalu menguras seluruh isi toren. Ini penting agar kotoran di dasar tangki mudah dibersihkan.
2. Sikat Dinding Bagian Dalam Toren
Gunakan sikat khusus atau spons kasar untuk membersihkan:
Berita Terkait
-
4 Tips Memilih Tandon Air yang Tepat untuk Rumah Anda, Kenali Masing-Masing Bahan
-
Tips Memilih Tandon Air yang Tepat untuk Kebutuhan Rumah Tangga
-
5 Merek Tandon Air Anti Lumut dan Bakteri, Solusi Air Bersih Serta Tahan Lama untuk Hunian Baru Anda
-
Terungkap Jamet Si Dukun Palsu Tega Bunuh Anak dan Ibu di Tambora Gegara Gagal Gandakan Uang
-
Kasus Ibu-Anak di Tambora Tewas di Toren Air: Ada Luka di Kepala Korban Diduga Akibat Benda Tumpul
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
HKBP Pastikan UHN Terus Bertransformasi, Tetap Jadi Kampus Inklusif untuk Semua
-
Duh! Motor Dinas N-Max Hilang, Keuchik Pasi Aceh Baroh Wajib Ganti Rp33,4 Juta
-
Tragedi Berdarah di Labusel, Remaja 17 Tahun Tewas Diduga Ditikam Ayah dan Anak
-
Pelarian Perampok Angkot di Medan Berakhir, 2 Pelaku Dibekuk di Samosir dan Jambi
-
1.017 Warga Medan Bekerja ke Luar Negeri Periode Januari-Mei 2026