- Pemkab Aceh Barat mengalokasikan Rp1 miliar pada tahun 2026 untuk perbaikan jalan Jambak–Sikundo.
- Perbaikan jalan sepanjang 350 meter ini bertujuan memulihkan akses transportasi pascabencana akhir 2025.
- Proyek perbaikan telah berkontrak dan segera dilaksanakan untuk memudahkan aktivitas serta ekonomi masyarakat setempat.
SuaraSumut.id - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar pada tahun anggaran 2026 untuk pembangunan kembali akses jalan rusak di kawasan Jambak–Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen. Infrastruktur tersebut sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Aceh Barat, Beni Hardi, menyampaikan bahwa proyek pembangunan jalan tersebut telah memasuki tahap kontrak dan tinggal menunggu pelaksanaan oleh pihak rekanan.
“Alhamdulillah, untuk perbaikan jalan Jambak-Sikundo sudah berkontrak. Tinggal menunggu pelaksanaan saja dari pihak rekanan,” katanya melansir Antara, Jumat, 27 Maret 2026.
Proyek pembangunan jalan ke lokasi bencana tersebut nantinya akan dimulai dari batas aspal yang saat ini ada, dengan panjang pembangunan jalan ditargetkan sepanjang 350 meter.
Pembangunan jalan itu sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk memudahkan akses transportasi masyarakat di lokasi bencana dan terpencil.
Beni Hardi menjelaskan pembangunan jalan ini nantinya dapat meningkatkan aktivitas masyarakat, sehingga semakin nyaman dalam menjalankan rutinitas sehari-hari.
Sebelumnya, Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan pembangunan akses jalan ke wilayah ini, sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat pascabencana alam yang melanda daerah ini pada 26 November 2025 lalu.
“Pembangunan jalan ini sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat khususnya di lokasi bencana alam,” kata Tarmizi.
Ia menyebutkan, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan pembangunan di sejumlah kecamatan di Aceh Barat, dengan menyesuaikan kondisi keuangan daerah yang ada saat ini.
Namun untuk daerah yang terdampak bencana alam, kata dia, pemerintah daerah akan terus berupaya maksimal, sehingga akses transportasi masyarakat semakin lebih mudah dalam melakukan berbagai aktivitas ekonomi nantinya.
Berita Terkait
-
BPKH Pangkas Anggaran Operasional Rp100,31 Miliar
-
Anggaran Riset Rp4 Triliun Belum Cukup! DPR Dorong Prabowo Naikkan hingga Rp8 Triliun
-
Biaya Latsarmil KDMP 30 Juta per Orang, di Mana Efisiensi yang Digemborkan?
-
Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun
-
TB Hasanuddin Sebut Biaya Latsarmil KDMP Rp30 Juta per Orang, Total Hampir Rp1 Triliun
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Kisah Pilu Ibu di Medan Viral: Jaga Anak Sakit di RS, Rumah Malah Dibobol Maling
-
2 Penadah Emas Batangan Curian Rp160 Juta di Siantar Ditangkap
-
7 Komplotan Begal di Medan Ditangkap: 25 Kali Beraksi, Bawa Sajam dan Pistol Mainan
-
Komplotan Pencuri Mobil Beraksi di 3 Provinsi Ditangkap, Diotaki Residivis Pecatan TNI
-
Pemburu Babi Pukuli Istri Pakai Martil di Simalungun hingga Tewas