- Pemerintah mendorong orang tua membatasi gawai sekaligus mengarahkan anak pada kegiatan bermakna dan produktif.
- Pengalihan kebiasaan perlu pendekatan inspiratif dengan mendorong aktivitas luring berbasis minat dan bakat anak.
- Orang tua harus mendampingi, menjadi teladan digital, dan mengintegrasikan teknologi secara positif untuk pembelajaran.
SuaraSumut.id - Kebiasaan anak menggunakan gawai kini menjadi perhatian serius pemerintah. Melalui kebijakan terbaru terkait perlindungan anak di ruang digital, orang tua didorong tidak hanya membatasi penggunaan teknologi, tetapi juga mengarahkan anak menuju aktivitas yang lebih bermakna dan produktif.
Guru Besar Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran Jakarta Prof Susanto mengatakan mengalihkan kebiasaan anak dari kegiatan yang melulu menggunakan gawai ke arah yang lebih produktif memerlukan pendekatan yang mengarahkan dan menginspirasi.
"Pengalihan kebiasaan anak ke arah yang lebih produktif, kita perlu pendekatan yang tidak sekadar melarang, tetapi mengarahkan dan menginspirasi," katanya, melansir Antara, Senin, 30 Maret 2026.
Menurutnya, salah satu langkah positif yang dapat dilakukan, yakni mendorong aktivitas berbasis minat dan bakat, seperti olahraga, seni, sains, atau kewirausahaan kecil sejak dini.
"Anak perlu merasakan kepuasan nyata di dunia offline (luring)," ujar Susanto.
Selain itu, mengembangkan kegiatan berbasis proyek (project-based learning), misalnya membuat karya, menanam, atau melakukan kegiatan sosial di lingkungan sekitar.
Ia mengingatkan orang tua dapat membatasi sekaligus mendampingi penggunaan teknologi, bukan dengan kontrol ketat semata, tetapi dengan dialog dan kesepakatan bersama. Orang tua pun bisa menjadi role model digital karena anak belajar bukan dari nasihat, melainkan dari teladan.
Di sisi lain, mengintegrasikan teknologi secara positif, misalnya menggunakan internet untuk belajar keterampilan baru, bukan hanya konsumsi hiburan, juga bisa menjadi langkah yang dilakukan oleh orang tua.
Menurut dia, keberhasilan upaya mengalihkan anak dari kegiatan yang selalu menggunakan gawai tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara.
"Kita tidak sedang menjauhkan anak dari teknologi, melainkan membekali mereka agar mampu menguasai teknologi tanpa kehilangan jati diri. Semoga langkah ini menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global," kata Susanto.
Berita Terkait
-
Dampak Domino AI di Depan Mata: Panduan Cerdas Beli Gadget Sebelum Harga Makin 'Gila'
-
Nadiem Makarim Disebut Bukan Penerima Manfaat Ekonomis AKAB dan GoTo
-
Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga
-
Farmhouse: Ketika Sebuah Rumah Menyimpan Ribuan Cerita
-
Indonesia Emas 2045: Mungkinkah Berinovasi jika Sewa Rumah Saja Cemas?
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Ceria Anak Panti Sambut Kedatangan Jajaran Imigrasi Sumut
-
Semarak HUT ke-81 RI, Bandara Kualanamu Gelar Kegiatan Kemerdekaan hingga Simfoni Nusantara
-
Sadis! Mayat Sopir Taksi Online Terkapar di Kebun Tebu Deli Serdang, Polisi Selidiki
-
BSI Region Medan Catat Pertumbuhan Tabungan Emas 444 Persen
-
SPPG di Karo Disuspend Buntut Ratusan Siswa Keracunan MBG, Kepala SPPG Diperiksa