Suhardiman
Senin, 30 Maret 2026 | 15:32 WIB
Ilustrasi anak main HP. [Hessam nabavi/Unsplash]
Baca 10 detik
  • Pemerintah mendorong orang tua membatasi gawai sekaligus mengarahkan anak pada kegiatan bermakna dan produktif.
  • Pengalihan kebiasaan perlu pendekatan inspiratif dengan mendorong aktivitas luring berbasis minat dan bakat anak.
  • Orang tua harus mendampingi, menjadi teladan digital, dan mengintegrasikan teknologi secara positif untuk pembelajaran.

SuaraSumut.id - Kebiasaan anak menggunakan gawai kini menjadi perhatian serius pemerintah. Melalui kebijakan terbaru terkait perlindungan anak di ruang digital, orang tua didorong tidak hanya membatasi penggunaan teknologi, tetapi juga mengarahkan anak menuju aktivitas yang lebih bermakna dan produktif.

Guru Besar Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran Jakarta Prof Susanto mengatakan mengalihkan kebiasaan anak dari kegiatan yang melulu menggunakan gawai ke arah yang lebih produktif memerlukan pendekatan yang mengarahkan dan menginspirasi.

"Pengalihan kebiasaan anak ke arah yang lebih produktif, kita perlu pendekatan yang tidak sekadar melarang, tetapi mengarahkan dan menginspirasi," katanya, melansir Antara, Senin, 30 Maret 2026.

Menurutnya, salah satu langkah positif yang dapat dilakukan, yakni mendorong aktivitas berbasis minat dan bakat, seperti olahraga, seni, sains, atau kewirausahaan kecil sejak dini.

"Anak perlu merasakan kepuasan nyata di dunia offline (luring)," ujar Susanto.

Selain itu, mengembangkan kegiatan berbasis proyek (project-based learning), misalnya membuat karya, menanam, atau melakukan kegiatan sosial di lingkungan sekitar.

Ia mengingatkan orang tua dapat membatasi sekaligus mendampingi penggunaan teknologi, bukan dengan kontrol ketat semata, tetapi dengan dialog dan kesepakatan bersama. Orang tua pun bisa menjadi role model digital karena anak belajar bukan dari nasihat, melainkan dari teladan.

Di sisi lain, mengintegrasikan teknologi secara positif, misalnya menggunakan internet untuk belajar keterampilan baru, bukan hanya konsumsi hiburan, juga bisa menjadi langkah yang dilakukan oleh orang tua.

Menurut dia, keberhasilan upaya mengalihkan anak dari kegiatan yang selalu menggunakan gawai tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara.

"Kita tidak sedang menjauhkan anak dari teknologi, melainkan membekali mereka agar mampu menguasai teknologi tanpa kehilangan jati diri. Semoga langkah ini menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global," kata Susanto.

Load More