- Pengamat Vinsensius Sitepu memproyeksikan harga Bitcoin berpotensi mencapai level US$77.067 pada tanggal 16 April 2026 mendatang.
- Kenaikan harga Bitcoin bergantung pada kemampuannya menembus area resisten krusial di kisaran US$74.061 hingga US$76.036 saat ini.
- Kegagalan menjaga harga di atas US$60.000 pada penutupan bulanan berisiko memicu koreksi tajam menuju bawah US$50.000.
SuaraSumut.id - Pergerakan harga Bitcoin masih menarik perhatian pasar kripto global. Aset digital terbesar di dunia ini menunjukkan sinyal menarik dalam jangka pendek. Namun, di balik itu tersimpan potensi risiko besar yang tidak bisa diabaikan oleh para investor dan trader.
Menurut pengamat aset kripto Vinsensius Sitepu, berdasarkan hasil simulasi Monte Carlo, harga Bitcoin diproyeksikan berpeluang naik hingga menyentuh level US$77.067 pada Kamis, 16 April 2026 dalam time frame harian.
Proyeksi ini muncul dari posisi harga saat ini yang berada di kisaran US$71.844 per Rabu, 8 April 2026 pagi, mencerminkan adanya momentum kenaikan yang masih terjaga.
“Dalam simulasi itu, peluang terbesar Bitcoin bergerak ke kisaran US$77 ribu dalam beberapa hari ke depan masih terbuka, selama struktur harga tetap terjaga,” katanya Vinsensius Sitepu, Rabu, 8 April 2026.
Secara teknikal, pergerakan Bitcoin saat ini sedang menguji area resisten penting di rentang US$74.061 hingga US$76.036. Area ini menjadi zona krusial yang dapat menentukan kelanjutan tren bullish. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas zona tersebut, maka peluang untuk mencapai target proyeksi akan semakin kuat.
"Di sisi lain, level support kuat terlihat berada di kisaran US$62.492 hingga US$64.975. Zona ini berfungsi sebagai bantalan utama apabila terjadi tekanan jual dalam waktu dekat. Selama harga tetap berada di atas area ini, struktur kenaikan jangka pendek masih dinilai aman," ujarnya.
Namun demikian, investor perlu memperhatikan gambaran yang lebih besar, khususnya pada time frame bulanan. Dalam skenario yang lebih luas, risiko koreksi tajam masih membayangi dan dapat mengubah arah tren secara signifikan.
“Kalau Bitcoin gagal bertahan di atas US$60 ribu pada penutupan candle bulanan, potensi penurunan ke bawah US$50 ribu itu cukup terbuka,” ucap Vinsensius.
Ia menambahkan bahwa level tersebut menjadi titik krusial yang akan menentukan arah pergerakan jangka panjang Bitcoin ke depan. Meskipun peluang kenaikan jangka pendek masih terbuka, pelaku pasar tetap disarankan untuk berhati-hati.
Baca Juga: Prediksi Oscar Darmawan: Bitcoin Bisa Jatuh ke US$50.000
Kombinasi antara potensi bullish harian dan risiko bearish bulanan menjadikan kondisi pasar saat ini berada dalam fase yang sangat menentukan.
Berita Terkait
-
Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO
-
Masuk Sandbox OJK, Amanode Siap Dorong Akses Likuiditas Berbasis Aset Kripto
-
Satgas PASTI Hentikan Appeninc, VID, dan Sensenowai, Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Investasi
-
Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital
-
Aset Kripto Berbasis Emas Kini Bisa Ditebus Jadi Koin Fisik
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Padangsidimpuan Gelar Talkshow dan Bedah Buku
-
Tanggung Renteng Bukan Berarti Satu Pihak Tanggung Semua, Perlawanan Hukum Bukan Itikad Buruk
-
Jangan Macam-macam Kali! Pemasok Ekstasi di THM Medan Kena 'Sikat' Polisi
-
Pemprov Sumut Gelontorkan Rp1,3 Triliun untuk Infrastruktur, Bangun 141 Km Jalan Tahun Ini
-
Punya Lahan Dekat Kampus? Ini Cara Ubah Jadi Mesin Cuan dari Bisnis Kos-Kosan