Suhardiman
Jum'at, 10 April 2026 | 12:41 WIB
Umat Islam Palestina menggelar salat di kompleks Masjid Al-Aqsa saat dibuka kembali untuk ibadah di Kota Tua Yerusalem Timur, Kamis (9/4/2026). [ANTARA FOTO/Anadolu Agency/Mostafa Alkharouf/nym]
Baca 10 detik
  • Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur resmi dibuka kembali oleh otoritas Israel pada Kamis, 9 April 2026.
  • Pembukaan akses dilakukan setelah penutupan selama 40 hari akibat kebijakan pembatasan wilayah saat terjadinya konflik bersenjata.
  • Sebanyak 3.000 jamaah Palestina langsung melaksanakan salat Subuh setelah pihak Departemen Wakaf Islam membuka gerbang masjid tersebut.

SuaraSumut.id - Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, kembali dibuka setelah sempat ditutup Israel selama 40 hari. Dalam video yang diverifikasi memperlihatkan warga Palestina berbondong-bondong memasuki gerbang masjid pada Kamis (9/4). Sekitar 3.000 jamaah melaksanakan salat Subuh di lokasi tersebut.

Sebelumnya, akses ke barbagai tempat ibadah baik Islam, Kristen, Yahudi, sempat ditutup atau dibatasi sejak pecahnya perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Israel memang sering memberlakukan pembatasan, terutama pada jamaah Palestina.

Dilansir dari Aljazeera, Jumat, 10 April 2026, Departemen Wakaf Islam di Yerusalem menyatakan pintu Al-Aqsa kembali dibuka untuk semua jamaah mulai wakti Subuh. Lembaga keagamaan yang berafiliasi dengan Yordania yang bertanggung jawab untuk mengelola masjid tersebut tidak memberikan detail lebih lanjut.

Video sebelumnya menunjukkan para sukarelawan dan petugas di halaman dan area salat bersiap untuk menerima jamaah dan melakukan ritual keagamaan. Otoritas Israel mengumumkan rencana pembukaan masjid dan Gereja Makam Suci di Yerusalem Timur pada Rabu (8/4).

Polisi Israel menyebut keputusan diambil berdasarkan “instruksi terbaru dari Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel”.

Dalam pernyataannya, menereka menegaskan adanya peningkatakan keamanan, termasuk penempatan ratusan petugas polisi dan penjaga perbatasan di lorong-lorong Kota Tua Yerusalem dan jalan-jalan menuju situs-situs suci, yang bertujuan untuk keamanan para pengungjung.

Load More