Suhardiman
Jum'at, 10 April 2026 | 13:10 WIB
Asap mengepul dari lokasi yang menjadi sasaran setelah serangan serentak Israel di seluruh Lebanon, di Beirut pada 8 April 2026. (ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri.)
Baca 10 detik
  • Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mengecam keras Israel sebagai kutukan bagi kemanusiaan akibat serangan terhadap warga sipil.
  • Serangan Israel ke Lebanon sejak 8 April 2026 menyebabkan 303 orang tewas dan 1.150 warga lainnya mengalami luka-luka.
  • Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perbedaan pandangan terkait cakupan gencatan senjata antara pihak Islamabad dengan Washington dan Tel Aviv.

SuaraSumut.id - Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif melontarkan kecaman keras terhadap Israel. Ia mengatakan bahwa negara tersebut sebagai "kutukan bagi kemanusiaan" di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Khawaja Asif, Menteri Pertahanan dari Pakistan, menyampaikan kecaman keras terhadap Israel. Ia menilai negara tersebut sebagai "kutukan bagi kemanusiaan" di tengah memanasnya konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.

Melalui platform X, Asif mengatakan kekerasan terhadap warga sipil masih terus berlangsung, meskipun upaya perdamaian tengah dilakukan.

"Israel adalah penjahat dan merupakan kutukan bagi kemanusiaan. Ketika perundingan perdamaian berlangsung di Islamabad, genosida masih berlanjut di Lebanon," kata Asif, melansir Antara, Jumat, 10 April 2026.

Asif menambahkan bahwa warga sipil yang tidak bersalah terus menjadi korban.

"Rakyat sipil tak berdosa terus dibunuh oleh Israel di Gaza, kemudian Iran, dan kini Lebanon. Pertumpahan darah tak kunjung berhenti," ujarnya.

Asif juga menyampaikan pernyataan kontroversial dengan menyebut pihak-pihak yang menciptakan Israel di tanah Palestina akan "terbakar di neraka".

Pernyataan itu muncul menyusul meningkatnya intensitas serangan Zionis Israel di Lebanon meski dengan berjalannya upaya diplomatik seusai tercapainya gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran yang tercapai dengan Pakistan sebagai penengah.

Sementara Islamabad dan Teheran memandang gencatan senjata yang disepakati juga mencakup Lebanon, Washington dan Tel Aviv menepis hal tersebut.

Pasukan Zionis Israel meningkatkan serangan mereka ke Lebanon sejak Rabu (8/4), sehingga menyebabkan sekurangnya 303 orang tewas dan 1.150 lainnya terluka, menurut otoritas pertahanan sipil Lebanon.

Kementerian Kesehatan Lebanon juga menyebut meningkatnya serangan Israel ke Lebanon sejak 2 Maret telah menyebabkan 1.888 warga tewas dan 6.092 lainnya cedera.

Load More