- Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mengecam keras Israel sebagai kutukan bagi kemanusiaan akibat serangan terhadap warga sipil.
- Serangan Israel ke Lebanon sejak 8 April 2026 menyebabkan 303 orang tewas dan 1.150 warga lainnya mengalami luka-luka.
- Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perbedaan pandangan terkait cakupan gencatan senjata antara pihak Islamabad dengan Washington dan Tel Aviv.
SuaraSumut.id - Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif melontarkan kecaman keras terhadap Israel. Ia mengatakan bahwa negara tersebut sebagai "kutukan bagi kemanusiaan" di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Khawaja Asif, Menteri Pertahanan dari Pakistan, menyampaikan kecaman keras terhadap Israel. Ia menilai negara tersebut sebagai "kutukan bagi kemanusiaan" di tengah memanasnya konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.
Melalui platform X, Asif mengatakan kekerasan terhadap warga sipil masih terus berlangsung, meskipun upaya perdamaian tengah dilakukan.
"Israel adalah penjahat dan merupakan kutukan bagi kemanusiaan. Ketika perundingan perdamaian berlangsung di Islamabad, genosida masih berlanjut di Lebanon," kata Asif, melansir Antara, Jumat, 10 April 2026.
Asif menambahkan bahwa warga sipil yang tidak bersalah terus menjadi korban.
"Rakyat sipil tak berdosa terus dibunuh oleh Israel di Gaza, kemudian Iran, dan kini Lebanon. Pertumpahan darah tak kunjung berhenti," ujarnya.
Asif juga menyampaikan pernyataan kontroversial dengan menyebut pihak-pihak yang menciptakan Israel di tanah Palestina akan "terbakar di neraka".
Pernyataan itu muncul menyusul meningkatnya intensitas serangan Zionis Israel di Lebanon meski dengan berjalannya upaya diplomatik seusai tercapainya gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran yang tercapai dengan Pakistan sebagai penengah.
Sementara Islamabad dan Teheran memandang gencatan senjata yang disepakati juga mencakup Lebanon, Washington dan Tel Aviv menepis hal tersebut.
Pasukan Zionis Israel meningkatkan serangan mereka ke Lebanon sejak Rabu (8/4), sehingga menyebabkan sekurangnya 303 orang tewas dan 1.150 lainnya terluka, menurut otoritas pertahanan sipil Lebanon.
Kementerian Kesehatan Lebanon juga menyebut meningkatnya serangan Israel ke Lebanon sejak 2 Maret telah menyebabkan 1.888 warga tewas dan 6.092 lainnya cedera.
Berita Terkait
-
Benjamin Netanyahu Siap-siap Sidang Korupsi Lagi
-
Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?
-
Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng
-
Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah
-
Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
FFWS SEA 2026 Spring Dimulai 24 April, 18 Tim Akan Berebut Gelar Raja Asia Tenggara!
-
Menhan Pakistan Sebut Israel 'Kutukan bagi Kemanusiaan', Kecam Serangan yang Terus Menelan Korban
-
Masjid Al Aqsa Kembali Dibuka Setelah 40 Hari Ditutup Israel
-
BRI Distribusi Banknotes Haji ke 22 Embarkasi, Total SAR 152,49 Juta
-
7 Rumah Rusak Akibat Longsor di Sibolangit