- Kasus kekerasan anak di daycare Little Aresha, Yogyakarta, menjadi peringatan penting bagi orang tua dalam memilih tempat penitipan anak.
- Orang tua wajib memastikan legalitas, transparansi pengelola, fasilitas yang memadai, serta menelusuri rekam jejak tempat penitipan sebelum menitipkan anak.
- Orang tua harus mengawasi rasio pengasuh serta memantau perubahan perilaku anak guna mendeteksi potensi kekerasan atau penelantaran sejak dini.
SuaraSumut.id - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di daycare kembali mengguncang publik. Peristiwa seperti yang terjadi di Little Aresha di Umbulharjo, Yogyakarta, bukan sekadar insiden. Ini adalah peringatan keras bahwa memilih tempat penitipan anak tidak boleh sembarangan.
Di era modern, daycare menjadi solusi bagi banyak orang tua bekerja. Namun, tanpa seleksi ketat, daycare bisa berubah menjadi tempat berbahaya. Kasus kekerasan anak bukan hanya akibat individu, tetapi juga lemahnya sistem pengawasan.
Psikolog Devi Yanti, M. Psi., Psikolog menyampaikan pentingnya para orang tua memperhatikan legalitas, keamanan, dan transparansi pelayanan dalam memilih tempat penitipan anak.
Ia mengatakan bahwa orang tua sebaiknya memastikan tempat penitipan anak yang akan dipilih sudah terdaftar dan punya izin operasi dari dinas terkait.
Orang tua juga perlu memastikan pengelola tempat penitipan anak yang hendak dipilih menunjukkan transparansi dalam penyelenggaraan pengasuhan anak.
"Daycare yang baik tidak akan keberatan jika orang tua datang sewaktu-waktu atau memiliki CCTV yang dapat dipantau oleh orang tua secara langsung," katanya melansir Antara, Senin, 27 April 2026.
Dirinya menyarankan orang tua meminta informasi dari orang-orang yang sudah berpengalaman menggunakan jasa tempat penitipan anak serta menelusuri rekam jejak tempat penitipan anak yang hendak dipilih.
Penelusuran rekam jejak tempat penitipan anak antara lain bisa dilakukan dengan mengecek ulasan layanannya di Google Maps maupun platform media sosial.
Selain itu, orang tua perlu mencari informasi tentang rasio jumlah pengasuh dan jumlah anak yang dititipkan di tempat penitipan anak.
Menurut Devi, semestinya satu pengasuh tidak mengasuh tiga sampai empat bayi atau lima hingga enam balita sekaligus agar bisa memberikan perhatian memadai kepada setiap anak.
Orang tua disarankan mengunjungi tempat penitipan anak untuk melihat langsung fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh pengelola serta mengecek kebersihan, sirkulasi udara, dan kapasitas ruangan di tempat penitipan anak.
Setelah memutuskan untuk menggunakan layanan tempat penitipan anak tertentu, orang tua sebaiknya memperhatikan perilaku anak saat dijemput dari tempat penitipan anak.
"Sangat penting bagi orang tua untuk memperhatikan perilaku anak setelah dijemput. Orang tua harus perduli dan memperhatikan perubahan perilaku anak, seperti apakah terlihat cemas, ketakutan, atau menolak pergi ke daycare," Devi menjelaskan.
Devi menekankan pentingnya kehati-hatian orang tua dalam memilih tempat penitipan anak guna menghindari masalah seperti yang terjadi di tempat penitipan anak Little Aresha.
Polisi mencurigai anak-anak yang dititipkan di tempat penitipan anak ilegal tersebut mendapat perlakuan tidak manusiawi, termasuk menjadi sasaran tindak kekerasan, penganiayaan, dan penelantaran.
Berita Terkait
-
Tak Dipenuhi Little Aresha, Ini Syarat dan Cara Urus Izin Usaha Daycare
-
Fakta Miris Daycare di Indonesia: 44 Persen Ilegal dan Mayoritas Pengasuh Tak Tersertifikasi
-
Buntut Kekerasan di Yogyakarta, DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Harus Ada Screening Digital
-
Kementerian HAM Kecam Keras Kasus Daycare Yogya: Masuk Kategori Pelanggaran Berat
-
KemenPPPA Sebut Lonjakan Daycare di Indonesia Tak Diiringi Standar dan Legalitas
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
Terkini
-
Adegan ke-27 Jadi Titik Panas! Rekonstruksi Pembunuhan di Sergai Nyaris Ricuh
-
Mengejutkan! 44 Persen Daycare Belum Memiliki Izin
-
Dexlite Mahal Bikin Panik? 3 Mobil Diesel Lawas Ini Jadi Jalan Keluar
-
4 Sepatu Lari Hoka Diskon Setengah Harga yang Wajib Diburu
-
Tips Memilih Daycare Aman agar Anak Tidak Jadi Korban