- Pemprov Sumut memastikan ketersediaan 748.000 ekor hewan kurban mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.
- Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan 34 ekor sapi berbobot besar dari peternak lokal untuk seluruh wilayah Sumut.
- Pemerintah memperketat pengawasan kesehatan hewan dan standar penyembelihan untuk menjamin kualitas kurban yang higienis serta memenuhi syarat.
SuaraSumut.id - Menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi aman dan mencukupi.
Tidak hanya soal stok, pemerintah juga menegaskan distribusi hewan kurban terkendali serta pengawasan kesehatan ternak dilakukan secara rutin.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara, Yusfahri Perangin-Angin, mengatakan saat ini stok daging mencapai sekitar 748.000 ekor.
“Stok daging kita sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha yang berkisar 2.500 hingga 5.000 ekor," katanya kemarin.
Selain mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Sumut, Yusfahri mengatakan, daerah ini juga menjadi pemasok hewan kurban untuk sejumlah provinsi lain, seperti Sumatera Barat dan Riau.
Khusus Idul Adha tahun ini, Presiden Prabowo Subianto menyalurkan program bantuan masyarakat berupa 34 ekor sapi kurban di Sumut.
Sebanyak 33 ekor diperuntukkan bagi masing-masing kabupaten/kota, sedangkan satu ekor lainnya diberikan untuk Pemprov Sumut.
“Bobot sapi ini sangat besar berkisar 800 kilogram hingga ada yang 1 ton dan keseluruhan sapi program bantuan masyarakat ini asli dari peternak kita di Sumut," ujarnya.
Menurut Yusfahri, para peternak di Sumut dalam dua tahun terakhir telah mempersiapkan ketersediaan sapi kurban berukuran besar. Namun, belum seluruh daerah mampu menyediakannya sehingga distribusi masih dilakukan dengan sistem subsidi silang.
“Selama dua tahun ini petani kita memang sudah memacu ketersediaan sapi kurban yang berukuran besar, tapi memang sifatnya hingga saat ini masih subsidi silang, seperti Nias, Tapanuli dan Sibolga masih kita suplai dari Simalungun, Langkat juga Binjai,” terangnya.
Pemprov Sumut juga terus memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Hewan yang akan dikurbankan harus dipastikan sehat, tidak cacat, bebas penyakit, serta memenuhi syarat usia, yakni sapi minimal berusia dua tahun dan kambing minimal satu tahun.
"Pemotongan hewan juga seharusnya mengikuti kaidah, sebaiknya dilakukan oleh juru sembelih yang bersertifikat, makanya kita sarankan penyembelihan hewan kurban dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH)," jelasnya.
Meski demikian, karena tradisi Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban di masjid maupun tanah lapang, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kabupaten/kota untuk menyosialisasikan standar pemotongan hewan kurban.
“Kami akan tetap terus melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban serta pemantauan penyembelihan hewan kurban. Kita akan berupaya agar hewan yang dikurbankan memenuhi standar higienis, bersih dan halal,” katanya.
Berita Terkait
-
KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Jalan Sumut, Salah Satunya dari BBPJN
-
Gubsu Bobby Nasution Gandeng Kejati Sumut Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah
-
Lantik 188 Pejabat, Wagub Sumut Tekankan Kolaborasi dan Sinergi dalam Bekerja
-
Pemulihan Pascabencana di Sumatera Terus Dikebut, Listrik dan 11.143 BTS Pulih 100 Persen
-
Profil Dadang Hartanto, Eks Kapolda Maluku dan Profesor Administrasi yang Kini Pimpin Polda Metro
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BNNP Sumut Buru Bandar 'Pod Getar' ke Kamboja Usai Tangkap 2 Kurir di Tanjung Balai
-
5 Cara Mencegah Penularan Influenza A
-
Cara Menghemat Ruang Lemari Pakaian Tanpa Membuang Baju, Cukup Ganti Gantungan
-
Tren Desain Ruang Kerja: Nyaman dan Dorong Produktivitas Karyawan
-
Edan! Ayah di Asahan Rudapaksa Putri Kandung hingga Hamil