- Dua pejabat Inspektorat Aceh Besar divonis satu tahun penjara karena melakukan korupsi dana SPPD fiktif sejak 2020.
- Majelis hakim Pengadilan Tipikor Banda Aceh menjatuhkan denda Rp50 juta kepada masing-masing terdakwa pada 22 Mei 2026.
- Kedua terdakwa telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp404 juta lebih ke rekening Pengadilan Negeri Banda Aceh.
SuaraSumut.id - Dua terdakwa korupsi surat perintah perjalanan dinas (SPPD) pada Inspektorat Kabupaten Aceh Besar divonis masing-masing satu tahun penjara.
Kedua terdakwa adalah Zia Ul Azmi selaku Kepala Inspektorat Kabupaten Aceh Besar pada 2020 hingga 2025 dan Serta Jony Marwan selaku Sekretaris Inspektorat Kabupaten Aceh Besar pada 2021 hingga 2025.
Vonis tersebut dibacakan majelis hakim diketuai Fauzi dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Banda Aceh di Banda Aceh, Jumat malam, 22 Mei 2026.
Terdakwa Zia Ul Azmi dan Jony Marwan hadir ke persidangan didampingi advokat atau penasihat hukumnya. Persidangan turut dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zaki Bunaiya dari Kejaksaan Negeri Aceh Besar.
Selain pidana penjara, majelis hakim juga memvonis keduanya masing-masing membayar denda Rp50 juta dengan subsidair atau hukuman pengganti jika tidak membayar selama 50 hari kurungan.
Majelis hakim tidak memvonis kedua terdakwa dengan hukuman tambahan membayar kerugian negara. Kerugian negara dikonversi dengan uang yang sudah dikembalikan kedua terdakwa.
Terdakwa Zia Ul Azmi sudah mengembalikan uang Rp256,8 juta. Sedangkan terdakwa Jony Marwan juga sudah mengembalikan Rp145,6 juta dititipkan pada rekening Pengadilan Negeri Banda Aceh.
Majelis hakim menyatakan kedua terdakwa bersalah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Ayat (1) huruf a, b, Ayat (2) dan Ayat (3) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 20 huruf a, c UU Nomor 1 Tahun 2003 tentang KUHP.
Hakim menyebutkan berdasarkan fakta dan keterangan saksi-saksi di persidangan, tindak pidana korupsi surat perintah perjalanan dinas pada Inspektorat Kabupaten Aceh Besar berlangsung sejak tahun anggaran 2020 hingga Mei 2025.
Tindak pidana tersebut berawal ketika terdakwa Zia Ul Azmi menjabat Sekretaris dan Pelaksana Tugas Kepala Inspektorat Kabupaten Aceh Besar pada 2020.
Terdakwa dilantik sebagai Inspektur atau Kepala Inspektorat Kabupaten Aceh Besar dan terdakwa Jony Marwan sebagai Sekretaris Inspektorat Kabupaten Aceh Besar pada Oktober 2021.
Kedua terdakwa, mencantumkan nama mereka pada semua surat perintah tugas dengan tujuan menerima pembayaran dana dari anggaran SPPD.
Namun, SPPD tersebut tidak dilakukan kedua terdakwa atau tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, sehingga merugikan keuangan negara dengan total Rp404 juta lebih.
Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum. Pada persidangan sebelumnya, kedua terdakwa dituntut dengan hukuman masing-masing satu tahun enam bulan penjara.
Usai membacakan putusan, majelis hakim memberikan waktu kepada kedua terdakwa dan advokatnya serta jaksa penuntut umum selama tujuh hari untuk pikir-pikir, apakah menerima putusan atau mengajukan upaya hukum banding.
Berita Terkait
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
Mengapa Pengembalian Amplop Belum Tentu Membebaskan Raja Juli Antoni dari Pidana?
-
Dari Cafe de'CLAN Signature ke Pacific Place, Polisi Kejar Aliran Duit Korupsi PLTU hingga Asabri!
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Driver Ojol Meninggal di Depan Disdik Medan
-
Sinergi Imigrasi Sumut dan Kejati Tegakkan Hukum Keimigrasian
-
KPK Geledah Kantor Bupati Langkat hingga Dinas Pendidikan, Ini yang Disita
-
2 Mahasiswa di Medan Ditangkap Diduga Edarkan Ganja, Pemasok Diburu
-
Penumpang Kereta Api di Sumut Tembus 1,39 Juta pada Semester I 2026