Suhardiman
Senin, 25 Mei 2026 | 11:49 WIB
Ilustrasi pasokan air bersih. [Ist]
Baca 10 detik
  • Beredar informasi hoaks mengenai jadwal gangguan distribusi air bersih di wilayah Medan akibat pemadaman listrik massal.
  • Informasi palsu tersebut mencatut nama Perumda Tirtanadi terkait gangguan layanan pada tanggal 27 hingga 29 Mei 2026.
  • Perumda Tirtanadi menegaskan informasi tersebut tidak benar dan meminta masyarakat hanya merujuk pada kanal komunikasi resmi.

SuaraSumut.id - Beredar informasi mengenai jadwal gangguan aliran air di Sumatera Utara (Sumut) akibat dampak pemadaman listrik massal atau blackout.

Dalam flayer yang beredar menyebutkan gangguan distribusi air bersih terjadi pada 27 hingga 29 Mei 2026.

"Sehubungan dengan terjadinya blackout atau pemadaman total aliran listrik PLN di wilayah Sumbagut yang berdampak kepada proses pengolahan air bersih yang diproduksi oleh Perumda Tirtanadi, seluruh Water Treatment Plant (WTP) harus beralih menggunakan genset untuk pengoperasian mesin-mesin produksi dan distribusi," tulis dalam flyer yang beredar di media sosial, dilihat Senin, 25 Mei 2026.

Akibat kondisi tersebut, disebutkan akan terjadi gangguan pelayanan berupa tekanan air kecil hingga air mati di sejumlah wilayah Kota Medan dan sekitarnya selama beberapa hari.

"Kondisi ini menyebabkan terjadinya gangguan pelayanan air kecil/air mati di sebagian wilayah Kota Medan sekitarnya," tulisnya.

Kabar tersebut langsung memicu keresahan warga. Banyak masyarakat mulai mempertanyakan kebenaran informasi itu, bahkan sebagian mengaku khawatir akan terjadi krisis air bersih seperti saat pemadaman listrik besar sebelumnya.

Namun, Perumda Tirtanadi memastikan bahwa informasi yang beredar tersebut adalah hoaks atau tidak benar.

"Beredar flyer mengenai "Informasi Pemadaman Listrik Tahap 2" yang mengatasnamakan Perumda Tirtanadi. Setelah dilakukan pengecekan, informasi tersebut dipastikan tidak benar/ hoax," tulis dalam akun Instagram @tirtanadiprovsu.

Pihaknya mengimbau masyarakat tidak langsung mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

"Pastikan selalu memperoleh informasi resmi hanya melalui kanal komunikasi resmi perusahaan," tulisnya.

"Seluruh informasi resmi mengenai pelayanan dan operasional kami hanya dipublikasikan melalui media sosial resmi Perumda Tirtanadi," katanya.

Load More