- Pemadaman listrik massal di wilayah Sumatera Utara menyebabkan kerugian ekonomi signifikan bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro.
- Ekonom Gunawan Benjamin mengestimasi total kerugian masyarakat mencapai ratusan triliun rupiah jika dihitung secara komprehensif dan menyeluruh.
- Dampak kerugian mencakup kerusakan alat elektronik, biaya operasional tambahan, serta hilangnya produktivitas akibat gangguan aliran listrik tersebut.
SuaraSumut.id - Pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Sumatera Utara, disebut menimbulkan kerugian ekonomi besar bagi masyarakat.
Tidak hanya mengganggu aktivitas warga, blackout juga berdampak terhadap produktivitas usaha, kerusakan peralatan elektronik, hingga meningkatnya biaya operasional rumah tangga.
Ekonom Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan kerugian akibat blackout dapat dihitung melalui sejumlah pendekatan ekonomi, mulai dari kompensasi PLN, value of lost load (VOLL), hingga klaim kerugian aktual masyarakat.
Ia menjelaskan, salah satu pendekatan yang bisa digunakan adalah value of lost load (VOLL), yakni metode yang menghitung hilangnya utilitas, kenyamanan, hingga pendapatan masyarakat menjadi nilai uang.
Menurutnya, jika hanya menghitung kerugian dari pengguna pendingin ruangan (AC) di Sumatera Utara, nilainya sudah sangat besar.
“Dengan asumsi ada sekitar 3,5 juta rumah tangga di Sumut dan sekitar 20 persen merupakan pengguna AC, maka kerugian pengguna AC saja bisa mencapai Rp7 miliar hingga Rp28 miliar,” katanya kepada SuaraSumut.id, Senin, 25 Mei 2026.
Gunawan menyebut estimasi tersebut menggunakan asumsi satu rumah tangga memakai AC 1 PK selama sekitar 1 jam 47 menit, dengan nilai VOLL berkisar Rp10 ribu hingga Rp40 ribu per KWh.
“Kalau penggunaan AC lebih lama atau kapasitasnya lebih besar dari 1 PK, maka kerugiannya tentu akan jauh lebih besar,” katanya.
Tak hanya itu, blackout juga memaksa sebagian masyarakat mencari sumber listrik alternatif menggunakan genset atau bahkan menginap di hotel akibat listrik padam dalam waktu lama.
“Kerugian masyarakat itu berlapis. Ada biaya beli BBM genset, kerusakan alat elektronik, usaha terganggu, sampai hilangnya produktivitas. Itu semua punya nilai ekonomi,” ucapnya.
Gunawan menambahkan, total kerugian akibat blackout di Sumatera bisa mencapai angka fantastis jika dihitung secara menyeluruh.
“Pendekatan perhitungan kerugian bahkan bisa mencapai ratusan triliun rupiah jika seluruh dampak ekonomi dihitung secara komprehensif,” tegasnya.
Meski demikian, ia menilai cara paling mudah menghitung dampak blackout adalah dengan melihat jumlah energi listrik yang gagal disalurkan kepada pelanggan selama pemadaman berlangsung.
“PLN sebenarnya bisa dengan mudah menghitung berapa KWh yang tidak tersalurkan ke masyarakat selama blackout. Dari situ bisa terlihat berapa besar potensi output barang dan jasa yang hilang akibat listrik padam,” pungkasnya.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo
-
BRI Telah Menyalurkan KPP Rp12 Triliun, Mayoritas Penerima Kalangan UMKM
-
Banjir Kepung Medan, Puluhan Warga Mengungsi
-
Menteri Ekonomi Malaysia Kagum Potensi Sumut, Puji Kepemimpinan Bobby Nasution
-
Kisah M A Hasibuan, Insan BRI di Sumatera Utara yang Dampingi UMKM Hingga Naik Kelas
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Tak Jera, IRT di Medan Kembali Jual Ganja Padahal Baru Keluar Penjara
-
Pelaku Tawuran di Medan Jarah Beras-Motor di Warung, 1 Ditangkap
-
500 Lebih Atlet Bertanding di AHY Cup 2026, Lokot Nasution Dorong Tenis Meja Sumut Naik Kelas
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Bantu Pedagang Lepas dari Rentenir
-
Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal