Suhardiman
Rabu, 17 Juni 2026 | 16:50 WIB
Massa aksi menggelar unjuk rasa di Lapangan Merdeka Medan. [Suara.com/ M.Aribowo]
Baca 10 detik
  • Puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Lapangan Merdeka Medan pada Rabu, 17 Juni 2026.
  • Massa memprotes kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga kebutuhan pokok serta dugaan korupsi program makan bergizi.
  • Aksi tersebut menyebabkan penutupan ruas jalan di sekitar Lapangan Merdeka bagi kendaraan umum selain ojek.

SuaraSumut.id - Gelombang aksi demo kembali terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara, hari ini Rabu, 17 Juni 2026. Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Lapangan Merdeka Medan, tepatnya di Jalan Raden Saleh.

Dalam aksinya mahasiswa menyuarakan berbagai tuntutan terhadap pemerintah Presiden Prabowo Subianto, atas berbagai kebijakan pemerintah saat ini yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Mulai dari harga BBM naik, dan kebutuhan pokok yang melambung tinggi turut disuarakan massa aksi.

"Program kerja yang diunggulkan Prabowo-Gibran yakni makan bergizi gratis tidak membuahkan hasil, jadi ladang koruptor," kata orator aksi.

Mirisnya, kondisi yang menyulitkan masyarakat ini dinilai tidak mendapatkan perhatian dari wakil rakyat.

"DPRD Sumatera Utara hanya memberikan jawaban diplomatik, tidak ada bukti nyata," kata orator aksi.

Amatan di lokasi, aksi mahasiswa ini membuat ruas Jalan Lapangan Merdeka Medan tepatnya di Jalan Raden Saleh dan Jalan Balai Kota Medan tidak dapat dilewati pengendara umum, hanya ojek online yang diperbolehkan melintas.

"Ojol, boleh lewat," kata massa aksi.

Sore ini ada tiga titik aksi unjuk rasa mahasiswa di Medan, yakni di DPRD Sumut, DPRD Medan dan Lapangan Merdeka Medan.

Baca Juga: 'Kami Butuh Solusi, Bukan Narasi', Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemerintah Saat Demo di DPRD Sumut

Kontributor : M. Aribowo

Load More