- Bau badan muncul akibat interaksi keringat dengan bakteri di kulit, bukan berasal langsung dari cairan keringat itu sendiri.
- Penyebab bau meliputi penggunaan produk tidak tepat, jenis makanan tertentu, kebersihan pakaian, perubahan hormon, serta kondisi kesehatan medis.
- Mengatasi bau badan memerlukan pemilihan antiperspirant, menjaga kebersihan area tubuh, penggunaan pakaian katun, dan pengaturan pola makan sehari-hari.
Zat tertentu dari makanan akan diproses tubuh dan dikeluarkan melalui keringat, sehingga memengaruhi aroma alami tubuh.
3. Pakaian Menjadi Sarang Bakteri
Sering kali seseorang sudah mandi bersih, namun mengenakan pakaian yang sebenarnya masih menyimpan bakteri.
Kain yang sering terkena keringat, terutama bahan polyester atau pakaian olahraga, dapat menyerap bakteri dan meninggalkan bau yang sulit hilang meski sudah dicuci biasa.
Karena itu, menjaga kebersihan pakaian sama pentingnya dengan menjaga kebersihan tubuh.
4. Ada Perubahan Hormon Dalam Tubuh
Perubahan hormon juga dapat menyebabkan bau badan lebih kuat. Kondisi ini biasanya terjadi saat pubertas, kehamilan, menstruasi, stres berlebihan, masa menopause.
Perubahan hormon memengaruhi aktivitas kelenjar apokrin, yaitu kelenjar yang menghasilkan keringat di area tertentu seperti ketiak. Saat produksi meningkat, risiko bau badan juga ikut bertambah.
5. Sabun yang Digunakan Tidak Membersihkan Bakteri Secara Optimal
Baca Juga: Mahasiswa Medan Demo Sampai Malam, Soroti Kemiskinan-Desak Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus
Tidak semua sabun memiliki kemampuan membersihkan minyak, bakteri, dan residu pada kulit secara efektif. Beberapa orang mungkin memerlukan sabun antibakteri, terutama jika aktivitas sehari-harinya banyak memicu keringat berlebih.
Membersihkan area tubuh tertentu seperti ketiak, lipatan paha, kaki, hingga belakang telinga juga penting karena area tersebut menjadi tempat favorit berkembangnya bakteri.
6. Faktor Kondisi Medis Tertentu
Dalam beberapa kasus, bau badan yang menetap bisa menjadi tanda kondisi kesehatan tertentu. Beberapa gangguan yang dapat memengaruhi aroma tubuh antara lain diabetes, gangguan metabolisme, gangguan hati, gangguan ginjal, infeksi kulit
Jika bau badan muncul sangat menyengat secara tiba-tiba dan tidak membaik meski kebersihan tubuh dijaga, pemeriksaan medis menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan.
Cara Mengurangi Bau Badan Secara Efektif
Berita Terkait
-
Merasa Sehat Bukan Berarti Tak Perlu Cek Kesehatan, Ini Pentingnya Deteksi Dini
-
Inilah Pemenang Anugerah Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2026
-
Diare Anak di Pontianak Meningkat, 40 Kasus Tercatat dalam Dua Pekan
-
BPJS Bakal Ubah Sistem JKN Jadi Value Based, Apa yang Bakal Berubah bagi Pasien?
-
3 Keunggulan Air Purifier Terbaik Daikin untuk Wujudkan Hunian Sehat
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Bawa Pulang Karya Lokal! Serunya Petualangan BRIZZI ARKIV di Blok M Hub
-
Kemeriahan HKBP 165 Padel Series di Medan: Disambut Antusias, Berlanjut ke GBK
-
Bus Masuk Jurang di Samosir, 26 Penumpang Luka-Luka
-
Jalan Terputus di Langkat Makan Korban, Mobil Wisatawan Nyemplung ke Sungai, 3 Tewas
-
Road to HKBP 165 Padel Series di Medan, Effendi Simbolon: Ajang Sportivitas-Silaturahmi Masyarakat