Suhardiman
Kamis, 18 Juni 2026 | 12:27 WIB
Ilustrasi seorang pria menggunakan deodoran setelah mandi. [ChatGPT]
Baca 10 detik
  • Bau badan muncul akibat interaksi keringat dengan bakteri di kulit, bukan berasal langsung dari cairan keringat itu sendiri.
  • Penyebab bau meliputi penggunaan produk tidak tepat, jenis makanan tertentu, kebersihan pakaian, perubahan hormon, serta kondisi kesehatan medis.
  • Mengatasi bau badan memerlukan pemilihan antiperspirant, menjaga kebersihan area tubuh, penggunaan pakaian katun, dan pengaturan pola makan sehari-hari.

SuaraSumut.id - Banyak orang merasa heran ketika bau badan tetap muncul meski sudah rutin mandi dan menggunakan deodoran setiap hari. Kondisi ini sering menimbulkan rasa tidak percaya diri, terutama saat beraktivitas di tempat kerja, sekolah, atau bertemu banyak orang.

Secara umum, mandi dan penggunaan deodoran memang menjadi langkah utama untuk menjaga tubuh tetap segar. Namun dalam beberapa kasus, bau badan atau bromhidrosis tetap muncul karena ada sejumlah faktor lain yang sering tidak disadari.

Lalu, apa sebenarnya penyebab bau badan tetap muncul meski seseorang sudah menjaga kebersihan tubuh dengan baik?

Bau Badan Bukan Berasal dari Keringat

Banyak orang mengira bau badan berasal langsung dari keringat. Faktanya, keringat pada dasarnya tidak memiliki bau.

Bau tidak sedap muncul ketika keringat bercampur dengan bakteri yang hidup di permukaan kulit, terutama di area lipatan tubuh seperti ketiak, selangkangan, dan kaki.

Saat bakteri memecah protein dalam keringat, proses inilah yang menghasilkan aroma tidak sedap yang kita kenal sebagai bau badan. Artinya, meskipun seseorang mandi secara rutin, jika pertumbuhan bakteri masih tinggi, bau badan tetap bisa muncul.

1. Deodoran Tidak Mengatasi Produksi Keringat Berlebih

Salah satu kesalahan umum adalah menganggap semua deodoran bekerja dengan cara yang sama.

Baca Juga: Mahasiswa Medan Demo Sampai Malam, Soroti Kemiskinan-Desak Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus

Padahal deodoran dan antiperspirant adalah dua produk berbeda, yaitu:

- Deodoran berfungsi menutupi bau atau menghambat pertumbuhan bakteri.

- Antiperspirant bekerja mengurangi produksi keringat dengan menutup sementara kelenjar keringat.

Jika seseorang memiliki kondisi produksi keringat berlebih atau hiperhidrosis, penggunaan deodoran biasa mungkin tidak cukup membantu.

2. Jenis Makanan Bisa Memengaruhi Aroma Tubuh

Pola makan juga sangat berpengaruh terhadap aroma tubuh seseorang. Beberapa makanan diketahui dapat memicu bau badan lebih menyengat, seperti bawang putih, bawang merah, makanan pedas, daging merah berlebihan, alkohol, kafein berlebih.

Zat tertentu dari makanan akan diproses tubuh dan dikeluarkan melalui keringat, sehingga memengaruhi aroma alami tubuh.

3. Pakaian Menjadi Sarang Bakteri

Sering kali seseorang sudah mandi bersih, namun mengenakan pakaian yang sebenarnya masih menyimpan bakteri.

Kain yang sering terkena keringat, terutama bahan polyester atau pakaian olahraga, dapat menyerap bakteri dan meninggalkan bau yang sulit hilang meski sudah dicuci biasa.

Karena itu, menjaga kebersihan pakaian sama pentingnya dengan menjaga kebersihan tubuh.

4. Ada Perubahan Hormon Dalam Tubuh

Perubahan hormon juga dapat menyebabkan bau badan lebih kuat. Kondisi ini biasanya terjadi saat pubertas, kehamilan, menstruasi, stres berlebihan, masa menopause.

Perubahan hormon memengaruhi aktivitas kelenjar apokrin, yaitu kelenjar yang menghasilkan keringat di area tertentu seperti ketiak. Saat produksi meningkat, risiko bau badan juga ikut bertambah.

5. Sabun yang Digunakan Tidak Membersihkan Bakteri Secara Optimal

Tidak semua sabun memiliki kemampuan membersihkan minyak, bakteri, dan residu pada kulit secara efektif. Beberapa orang mungkin memerlukan sabun antibakteri, terutama jika aktivitas sehari-harinya banyak memicu keringat berlebih.

Membersihkan area tubuh tertentu seperti ketiak, lipatan paha, kaki, hingga belakang telinga juga penting karena area tersebut menjadi tempat favorit berkembangnya bakteri.

6. Faktor Kondisi Medis Tertentu

Dalam beberapa kasus, bau badan yang menetap bisa menjadi tanda kondisi kesehatan tertentu. Beberapa gangguan yang dapat memengaruhi aroma tubuh antara lain diabetes, gangguan metabolisme, gangguan hati, gangguan ginjal, infeksi kulit

Jika bau badan muncul sangat menyengat secara tiba-tiba dan tidak membaik meski kebersihan tubuh dijaga, pemeriksaan medis menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan.

Cara Mengurangi Bau Badan Secara Efektif

Agar bau badan tidak terus berulang, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:

- Gunakan antiperspirant jika mudah berkeringat

- Pilih pakaian berbahan katun yang menyerap keringat

- Kurangi konsumsi makanan pemicu bau badan

- Ganti pakaian setelah beraktivitas berat

- Jaga kebersihan area tubuh yang mudah lembap

- Konsultasikan ke dokter jika bau muncul terus-menerus

Jika Anda mengalami masalah bau badan yang tidak kunjung hilang, mulai evaluasi kebiasaan sehari-hari dan cari tahu penyebab sebenarnya.

Load More